Wanita Hebat Kalimantan Timur: Dari Masa ke Masa
📅 Selasa, 22 Apr 2025, 09:00 WIB | Oleh: Yebdi TrismarSebelum terjun langsung dalam kancah persiapan konfrontasi, Fatimah telah menunjukkan dedikasinya dalam berbagai kegiatan sosial. Pada periode 1956-1960, ia aktif sebagai Wakil Ketua Badan Penasihat Perkawinan dan Penyelesaian Perceraian Kalimantan Timur, membuktikan kepeduliannya terhadap isu-isu kemasyarakatan.
Namun, panggilan negara saat Dwikora dicanangkan membawa Fatimah pada peran yang lebih menantang. Pada tahun 1963, Fatimah didaulat menjadi Komandan Korps Sukarelawati Kalimantan Timur.
Tanggung jawab besar ini menuntutnya untuk mengikuti pelatihan kemiliteran di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) di Jakarta. Di sana, Fatimah tidak hanya dilatih baris-berbaris dan disiplin militer, tetapi juga dibekali keterampilan menggunakan senjata api. Kemampuan ini menjadi bekal penting dalam menghadapi ancaman Neo-Kolonialisme-Imperialisme (Nekolim), terutama mengingat posisi geopolitik Kalimantan Timur yang berbatasan langsung dengan Malaysia di bagian utara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!