Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wanita Hebat Kalimantan Timur: Dari Masa ke Masa

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 09:00 WIB | Oleh:

Ia memimpin langsung persidangan DPRD untuk mencari solusi atas permasalahan yang berlarut-larut ini. Kehadirannya sebagai seorang perempuan di pucuk pimpinan forum legislatif menjadi bukti kekuatan dan ketegasan dalam menyelesaikan konflik.

"Djumanan Hasyim menunjukkan bahwa perempuan memiliki kapasitas dan keberanian untuk mengambil peran penting dalam politik, bahkan dalam situasi yang penuh tantangan," tulis Muhammad Sarip dalam buku yang diterbitkan 2025.

Lo Beng Long

Bukan hanya derap langkah pejuang dari etnis lokal yang mengukir sejarah pembangunan Kalimantan Timur. Dari kalangan Tionghoa, seorang perempuan bernama Lo Beng Long turut menorehkan tinta emas. Ia mewariskan sebuah bangunan yang kelak menjadi cikal bakal universitas negeri pertama di Bumi Etam, Universitas Mulawarman (Unmul).

Di tahun 1962, di tengah semangat membangun bangsa pasca kemerdekaan, Lo Beng Long dengan kebesaran hatinya menghibahkan rumahnya yang terletak di Jalan Flores, Samarinda. Sebuah keputusan visioner yang tak hanya memberikan tempat bagi pendidikan tinggi, tapi juga meletakkan fondasi bagi lahirnya intelektual-intelektual Kalimantan. Bangunan bersejarah itu kini menjadi Fakultas Ilmu Budaya Unmul, saksi bisu kontribusi seorang perempuan Tionghoa bagi kemajuan daerahnya.

"Peran serta masyarakat dari berbagai latar belakang etnis sangat penting dalam pembangunan. Lo Beng Long adalah salah satu contoh nyata bagaimana seorang perempuan Tionghoa memberikan sumbangsih yang luar biasa bagi pendidikan di Kalimantan Timur," ungkap sejarawan Kalimantan Timur, Muhammad Sarip.

Dibalik nama Tionghoa itu, tersimpan pula nama Indonesia, Dorinawati Samalo. Ia adalah ibunda dari Ronald Lolang, seorang pengusaha bioskop terkemuka di Samarinda, pemilik Bioskop Mahakama yang melegenda di Benua Etam.

Sebelum mewariskan rumahnya untuk kampus, Lo Beng Long ternyata telah terlibat aktif dalam perjuangan kaum Republiken. Gedung Nasional Samarinda menjadi pusat kegiatannya. Wartawan Gemar Dachlan dalam catatannya merekam momen peringatan HUT Proklamasi 17 Agustus 1948 di Gedung Nasional, di mana nama Lo Beng Long tercatat sebagai salah satu tokoh yang hadir dan terlibat.

Fatimah Moeis

Di tengah panasnya konfrontasi dengan Malaysia akibat pencanangan Dwi Komando Rakyat (Dwikora) oleh Presiden Soekarno, Indonesia bersiap menghadapi segala kemungkinan, termasuk perang fisik. Retorika keras Bung Karno yang mengecam kekuatan asing semakin meningkatkan tensi.

Dalam situasi genting tersebut, pemerintah Orde Lama mengambil langkah tak terduga dengan merekrut warga sipil, termasuk kaum perempuan, untuk dilatih kemiliteran. Di Kalimantan Timur, program "wajib militer" bagi perempuan ini bahkan melibatkan para istri pejabat daerah, sebuah fenomena menarik yang terekam dalam buku sejarawan Kalimantan Timur, Muhammad Sarip.

Salah satu sosok perempuan tangguh yang turut serta dalam pelatihan intensif itu adalah Fatimah. Fatimah, seorang perempuan kelahiran Samarinda pada 8 Juni 1928, tumbuh dalam keluarga terpandang. Pendidikan agama diperolehnya melalui guru privat di rumah, dan ia sempat mengenyam pendidikan formal di HIS sebelum invasi Jepang menghentikan proses belajar mengajar.

Jiwa organisasi Fatimah telah tumbuh sejak belia. Ia aktif dalam Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI). Menginjak usia remaja, Fatimah bergabung dengan Rupindo, sebuah organisasi pergerakan di mana Moeis Hassan menjadi salah satu tokoh penting. Di Rupindo, Fatimah dipercaya mengemban amanah sebagai bendahara bagian keputrian, menunjukkan bakat kepemimpinan dan keorganisasiannya sejak dini. Ikatan dengan Moeis Hassan semakin kuat, hingga keduanya memutuskan untuk membangun rumah tangga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.