Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wanita Hebat Kalimantan Timur: Dari Masa ke Masa

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 09:00 WIB | Oleh:
Wanita Hebat Kalimantan Timur: Dari Masa ke Masa Doc: Antara Foto
Ket. Aminah Syukur, Pada tahun 1928, Aminah Syukur bersama suaminya mendirikan Meisje School, sekolah khusus perempuan yang berlokasi di Yacob Steg (kini Jalan Mutiara, Samarinda)

Setiap tanggal 21 April, Hari Kartini menggema di seluruh Indonesia, membangkitkan semangat emansipasi wanita.

Dalam lokalitas Kalimantan Timur, tanggal tersebut menyimpan makna ganda. Pada 21 April 1970 adalah hari pemakaman Aminah Syukur di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa. Sebuah penghormatan yang layak bagi seorang perempuan dengan kiprah begitu penting dalam catatan sejarah daerah ini.

Sejarawan Kalimantan Timur Muhammad Sarip melalui penelusuran literasi dan terhimpun dalam buku Aminah Syukur: Kiprah Perempuan di Kalimantan Timur Tempo Doeloe, menegaskan betapa signifikannya peran Aminah Syukur. Namun, lebih dari itu, Sarip juga membuka mata pada deretan nama perempuan hebat lainnya yang turut mewarnai sejarah Bumi Etam.

Selain Aminah Syukur, Kalimantan Timur menyimpan kisah inspiratif dari perempuan-perempuan tangguh. Sebut saja Salsabiah, seorang aktivis kebangsaan yang gigih memperjuangkan semangat bertanah air di era 1940-an. Lalu ada Djumantan Hasyim, seorang pionir yang mencatatkan diri sebagai legislator perempuan pertama di Kalimantan Timur, membuka jalan bagi partisipasi politik kaum hawa.

Kontribusi besar juga datang dari Dorinawati Samalo, atau yang akrab disapa Lo Beng Long. Keikhlasannya menghibahkan tanah menjadi cikal bakal berdirinya kampus Universitas Mulawarman (Unmul), sebuah institusi pendidikan tinggi kebanggaan Kalimantan Timur.

Tak ketinggalan pula Fatimah Moeis, seorang komandan Sukwati Dwikora yang menunjukkan keberanian dan kepemimpinan perempuan dalam masa-masa sulit.

Menurut Muhammad Sarip, geliat aktivitas perempuan di Kalimantan Timur mulai terorganisasi dengan baik seiring dengan implementasi politik etis kolonial pada dekade ketiga abad ke-20. Dokumentasi foto-foto klasik sekitar tahun 1930-an memperlihatkan bagaimana para remaja dan perempuan dewasa di Samarinda antusias mengikuti pendidikan dan kursus baca tulis.

Mereka kemudian membentuk organisasi-organisasi keperempuanan, antara lain terhimpun dalam Persatuan Istri Islam Indonesia. Fenomena ini menunjukkan adanya kesadaran akan pentingnya literasi bagi perempuan, sebuah pemikiran yang tumbuh seiring dengan meluasnya gelombang pergerakan nasional dari Jawa ke Kalimantan Timur.

Ketika Revolusi Kemerdekaan berkobar antara tahun 1945 hingga 1949, partisipasi kaum perempuan Kalimantan Timur semakin nyata. Mereka tidak hanya aktif dalam organisasi sosial politik, tetapi juga memberikan dukungan logistik dan moral kepada para gerilyawan yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Kisah-kisah perempuan hebat di Kalimantan Timur ini menjadi pengingat bahwa perjuangan emansipasi dan kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa tidak hanya terpusat pada tokoh-tokoh nasional.

Aminah Syukur

Lahir dengan nama Atje Voorstad di Palembang pada 20 Januari 1901, Aminah kemudian dikenal sebagai seorang pendidik yang pengabdiannya melampaui tanggung jawab seorang guru biasa.

Pada tahun 1928, Aminah Syukur bersama suaminya mendirikan Meisje School, sekolah khusus perempuan yang berlokasi di Yacob Steg (kini Jalan Mutiara, Samarinda). Sekolah ini menjadi wadah pendidikan bagi murid-murid pribumi, khususnya perempuan, yang pada masa itu masih terpinggirkan dalam dunia pendidikan. Aminah tidak hanya mengajar di sekolah formal, tetapi juga aktif memberikan les privat hingga usia senja.

Dedikasi dan pengaruh Aminah di Samarinda sangat besar. Murid-muridnya banyak yang menjadi tokoh penting di Samarinda, seperti Lasiah Sabirin dan Jumantan Hasyim. Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya, Pemerintah Kota Madya Samarinda memindahkan makam Aminah dari Jakarta ke Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa pada Hari Kartini, 21 April 1970. Selain itu, nama Aminah Syukur juga diabadikan sebagai nama jalan dan sekolah di Samarinda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

54 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.