Iklim Investasi Mengambang Dinilai Jadi Pemicu Konsorsium Korea Cabut dari RI
📅 Senin, 21 Apr 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Ini jadi bingung, sebenarnya Indonesia mau bangun ekosistem mobil listrik EV atau hybrid?,” kata Bhima.
Kedua, rencana Pemerintah melonggarkan tingkat kandungn dalam negeri (TKDN) di tengah negosiasi tarif dengan AS membuat produsen baterai di Indonesia kecewa. “Buat apa mereka bangun pabrik dengan investasi besar, kalau syarat TKDN-nya mau di ganti?,”paparnya.
Ketiga, bahan baku baterai tidak lagi bergantung pada nikel, karena perkembangan teknologi seperti LFP (lithium ferro phosphate) dan Sodium. Jika alternatif bahan baku baterai makin banyak tersedia, maka produsen secara rasional akan mempertimbangkan bangun ekosistem baterai di Indonesia.
Sementara itu, peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda mengatakan, yang pasti, kebijakan akhir-akhir ini membuat kepastian investasi menjadi mengambang. “Investor wait and see kebijakan pemerintah yang bisa menentukan arah pembangunan industri ke depan. Salah satunya terkait sikap pemerintah dalam menghadapi perang tarif,” kata Nailul.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagaimana diketahui, dengan timbulnya perang tarif, menggeser permintaan baterai EV yang didominasi oleh mobil dari Tiongkok. Dengan adanya hambatan bagi mobil EV Tiongkok untuk masuk ke AS, sehingga pasar akan semakin menyempit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!