Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Semakin Sensitif pada Kepastian Hukum, Kualitas Birokrasi, dan Stabilitas Regulasi

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Investor Semakin Sensitif pada Kepastian Hukum, Kualitas Birokrasi, dan Stabilitas Regulasi Doc: istimewa
Ket. Iklim Investasi - Bagi investor, Kepastian Hukum lebih Penting daripada Insentif

JAKARTA - Tantangan investasi di Indonesia saat ini bukan lagi soal minimnya promosi kebijakan atau insentif, namun yang menjadi persoalan utama adalah krisis kepercayaan terhadap konsistensi implementasi kebijakan Pemerintah di lapangan.

Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi di Jakarta, Senin (18/5) mengatakan investor kini tidak cukup diyakinkan dengan jargon deregulasi atau paket reformasi. Sebab, kondisi yang mereka hadapi di lapangan seringkali berbeda dari narasi yang disampaikan pemerintah pusat.

“Indonesia saat ini sedang diuji bukan hanya daya tarik ekonomi, melainkan kapasitas negara dalam memastikan konsistensi kebijakan sampai ke level implementasi,” katanya.

Meskipun realisasi investasi Indonesia masih tercatat sekitar 1.900 triliun rupiah pada 2025, tren global menunjukkan investor semakin sensitif terhadap kepastian hukum, kualitas birokrasi, dan stabilitas regulasi.

Dalam sejumlah survei internasional, hambatan utama investasi di Indonesia masih berkisar pada regulatory uncertainty, perizinan daerah, dan inkonsistensi kebijakan lintas sektor.

Badiul menyebut banyak kasus investor yang akhirnya menahan ekspansi atau mengalihkan investasi ke negara lain di Asia Tenggara. Penyebabnya beragam, mulai dari proses birokrasi yang rumit, perubahan aturan yang mendadak, hingga tingginya biaya kepatuhan di daerah.

“Ini membuat biaya ekonomi Indonesia tetap tinggi meskipun reformasi regulasi sudah sering diumumkan,” katanya.

Dia juga menyoroti kesenjangan antara wacana dan praktik. Di satu sisi pemerintah pusat mendorong kemudahan investasi, namun di level daerah masih muncul retribusi tambahan, tafsir aturan yang berbeda-beda, serta ego sektoral birokrasi.

“Akibatnya reformasi terasa kuat di atas kertas, tetapi lemah dalam praktik,” tegas Badiul.

Pasar saat ini membutuhkan indikator konkret untuk menilai iklim investasi. Indikator itu meliputi kecepatan perizinan, stabilitas regulasi minimal 5–10 tahun, dan birokrasi yang bisa diprediksi.

“Bagi investor, kepastian hukum sering kali lebih penting daripada insentif,” katanya.

Lebih Rendah

Pada kesempatan lain, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan tingkat kepercayaan investor saat ini terbilang jauh lebih rendah dibanding beberapa tahun lalu.

“Mereka tidak lagi cukup diyakinkan oleh pengumuman besar atau jargon reformasi. Yang dilihat adalah apakah ada perubahan nyata di lapangan dalam 6 sampai 12 bulan ke depan. Selama ini banyak inisiatif reformasi terhambat karena kementerian dan pemerintah daerah tetap mempertahankan regulasi sektoral masing-masing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.