Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ILO Ungkap Perang Timur Tengah Ancam Jutaan Lapangan Pekerjaan

📅 Selasa, 19 Mei 2026, 02:10 WIB | Oleh:
ILO Ungkap Perang Timur Tengah Ancam Jutaan Lapangan Pekerjaan Doc: ILO
Ket. Sangheon Lee

JENEWA - Organisasi Buruh Internasional PBB (ILO) pada Senin (18/5) menyatakan bahwa perang di Timur Tengah telah merusak upah dan kondisi kerja jauh di luar wilayah konflik. ILO memperkirakan dalam sebuah laporan bahwa konflik tersebut dapat menyebabkan hilangnya jutaan pekerjaan dan penurunan upah riil pada tahun 2026 dan 2027, dengan risiko khusus bagi pekerja migran yang mengirimkan uang kiriman ke tanah air mereka.

Dikatakan bahwa biaya energi yang lebih tinggi, gangguan transportasi, tekanan rantai pasokan, pariwisata yang lebih lemah, dan pengurangan tenaga kerja migran, semuanya membebani perekonomian karena perang.

"Konflik tersebut diperkirakan akan mempengaruhi pasar tenaga kerja untuk beberapa waktu, dengan skala dan durasi dampaknya bergantung pada bagaimana situasi berkembang," kata laporan tersebut.

ILO memperkirakan bahwa jika harga minyak naik sekitar 50 persen di atas rata-rata sebelum serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, jam kerja global akan turun sebesar 0,5 persen pada tahun 2026 dan 1,1 persen pada tahun 2027. ILO mengatakan ini setara dengan 14 juta pekerjaan penuh waktu tahun ini dan 43 juta tahun depan.

Pengangguran global akan meningkat sebesar 0,1 poin persentase pada tahun 2026 dan 0,5 poin persentase tahun depan. ILO juga memperkirakan bahwa pendapatan riil tenaga kerja akan menurun sebesar 1,1 persen tahun ini dan tiga persen pada tahun 2027.

ILO mengatakan bahwa Timur Tengah dan negara-negara Teluk serta kawasan Asia-Pasifik akan terkena dampak terburuk dan dampaknya bisa lebih buruk daripada selama pandemi Covid-19.

"Selain dampak kemanusiaannya, krisis Timur Tengah bukanlah gangguan jangka pendek. Ini adalah guncangan yang bergerak lambat dan berpotensi berlangsung lama yang secara bertahap akan membentuk kembali pasar tenaga kerja," kata kepala ekonom ILO, Sangheon Lee, yang menulis laporan tersebut. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Olahraga
Kualifikasi Piala Asia U-20...
Ekonomi
Sejumlah Harga BBM Nonsubsi...

Piala Jerman: Bayern Waspadai Kejutan Osnabruck

2 jam lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Piala Jerman: Bayern Waspad...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.