Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Merawat Dugong dengan Kearifan Lokal Minahasa

📅 Jumat, 21 Mar 2025, 14:08 WIB | Oleh:

Ismail mengatakan, terjaganya hutan bakau yang ada di Arakan, ikut mendukung pelestarian satwa Dugong yang ada di perairan tersebut.

Apabila ekosistem bakau rusak, maka ikut mempengaruhi ketersediaan makanan dugong yang bersumber dari lamun.

"Karena itu, kami terus melakukan edukasi kepada anak sekolah agar pemahaman mereka menjaga kelestarian lingkungan semakin terasah," katanya.

Dia berharap, edukasi pelestarian lingkungan menjaga mangrove maupun dugong akan memunculkan semakin banyak remaja yang bisa menjadi tutor sebaya bagi anak seusianya.

Mae menambahkan, kehadiran dugong menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara untuk datang ke Desa Arakan dan menghabiskan waktu beberapa hari tinggal di rumah penduduk.

"Kalau mereka mau melihat dugong, biasanya menyewa beberapa perahu nelayan. Mereka sangat menikmatinya," katanya

Dia menyebutkan, sebelum pandemi COVID-19 setiap bulannya ada sepuluh hingga belasan turis yang datang melihat dugong. Warga mendapatkan manfaat dari kunjungan wisatawan tersebut meskipun kecil.

"Jadi ada warga yang menyediakan makanan, ada juga rumah warga yang digunakan untuk menginap, beberapa bahkan menggunakan perahu nelayan. Bahkan ketika mereka pulang, mereka membeli ikan asin dan ikan teri," katanya menambahkan.

Dia berharap, kunjungan wisatawan bisa meningkat seiring dengan perbaikan fasilitas penginapan di rumah warga yang semakin memadai.

Menjaga populasi dugong melalui kearifan lokal di Desa Arakan juga diapresiasi Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Faat Rudhianto.

Menurut Faat, dugong menjadi salah satu spesies yang dilindungi yang bisa menjadi daya tarik wisatawan dan kekhasan Taman Nasional Bunaken.

"Dari sisi kesadaran warga menjaga kelestarian dugong, patut diapresiasi. Apabila ada dugong yang tersangkut di jala atau alat tangkap nelayan, mereka akan melepaskan kembali. Kami salut," ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.