Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wisman Tembus 7,45 Juta, Pemerintah Didesak Maksimalkan Dampak Pariwisata bagi Ekonomi Daerah

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 14:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wisman Tembus 7,45 Juta, Pemerintah Didesak Maksimalkan Dampak Pariwisata bagi Ekonomi Daerah Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Sejumlah wisatawan menggunakan papan selancar dayung (paddle board) di Danau Lhok Gaca, Aceh Besar, Aceh, Minggu (12/7).

Jakarta - Staf Khusus Kementerian Pariwisata Apni Jaya Putra menyebut kinerja sektor pariwisata Indonesia pada Semester I 2026 yang menunjukkan tren positif dan dinilai menjadi sinyal kuat bagi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Apni mengatakan capaian sektor pariwisata sepanjang enam bulan pertama 2026 menjadi modal penting untuk memperkuat optimisme terhadap pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pariwisata Indonesia tetap tumbuh solid di tengah berbagai tantangan global. Ini menjadi bukti bahwa pariwisata mampu menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional," kata Apni dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (7/8).

Berdasarkan data BPS, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Semester I 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan atau meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 630,41 juta perjalanan atau tumbuh 2,71 persen secara tahunan.

Tak hanya jumlah kunjungan, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara juga meningkat menjadi 1.313 dolar AS per kunjungan atau naik 6,36 persen dibandingkan Semester I 2025.

Menurut Apni, peningkatan jumlah kunjungan dan belanja wisatawan memberikan dampak langsung terhadap berbagai sektor usaha, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif.

"Semakin besar pengeluaran wisatawan, semakin besar pula multiplier effect yang dirasakan masyarakat, terutama pelaku UMKM dan industri pariwisata di daerah," ujarnya.

Apni menambahkan, tren positif tersebut juga tercermin dari meningkatnya tingkat hunian kamar hotel.

Pada Semester I 2026, tingkat okupansi hotel mencapai 48,2 persen, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 45,72 persen.

"Peningkatan okupansi hotel menunjukkan aktivitas pariwisata terus bergerak. Ini menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat untuk melakukan perjalanan semakin membaik," katanya.

Ia juga menilai sektor pariwisata turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang pada Semester I 2026 tercatat sebesar 5,29 persen. Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, pertumbuhan ekonomi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang ditopang sektor pariwisata bahkan mencapai 6,1 persen.

"Capaian ini menunjukkan bahwa pariwisata bukan hanya menjadi sektor pendukung, tetapi telah menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, kami optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun," ucapnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar sektor pariwisata semakin kompetitif, mampu menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

"Momentum positif ini harus terus dijaga. Dengan kolaborasi yang kuat, pariwisata Indonesia akan semakin berdaya saing dan menjadi salah satu pilar utama menuju Indonesia Emas 2045," ujar Apni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Ekonomi
KKP dorong penguatan produk...
Luar Negeri
Senat AS Tolak Resolusi unt...
Ekonomi
Indonesia-Russia Jajaki Ker...
Luar Negeri
PBB Sahkan Resolusi Penanga...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.