IHSG Diprediksi Tak Akan Merambat Jauh
📅 Kamis, 20 Mar 2025, 01:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: antara
Jakarta – Pada Selasa (18/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam hingga 5 persen, yang menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt). Penurunan signifikan ini dipicu oleh aksi jual pada saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan.
Meskipun beberapa analis memperkirakan potensi rebound pada perdagangan berikutnya, namun volatilitas pasar yang tinggi membuat pergerakan IHSG cenderung terbatas. Kepala Strategi Makro Asia Pasifik Bank of New York (BNY) Aninda Mitra menilai pelemahan HSG tidak akan merambat jauh ke pasar valuta asing (valas) serta obligasi, mengingat pasokan dollar AS yang melimpah serta kepemilikan asing atas surat utang pemerintah masih rendah.
“Saya tidak akan mengesampingkan tekanan yang moderat, tetapi masih diragukan apakah ini pasti akan menyebar lebih luas ke valuta asing dan obligasi,” ungkap Aninda di Jakarta, Rabu (19/3).
Seperti dikutip dari Antara, Aninda menjelaskan bahwa kerentanan Indonesia yang lebih luas terhadap pembalikan cepat modal asing tampak lebih rendah daripada sebelumnya.
Pertumbuhan yang melambat ditambah dengan peraturan yang lebih ketat tentang devisa hasil ekspor akan memastikan likuiditas dollar yang cukup di dalam negeri sehingga rupiah bisa lebih stabil.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepemilikan asing atas obligasi rupiah tetap rendah, sekitar 15 persen dari total keseluruhan.
“Angka tersebut jauh di bawah puncak prapandemi yang mencapai hampir 40 persen. Sebagian besar kepemilikan ini mungkin juga dilindungi nilai valuta asing,” terangnya.
Adapun pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa kemarin (18/3), IHSG tercatat sempat ditutup melemah 395,87 poin atau 6,12 persen ke posisi 6.076,08.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, indeks LQ45 tercatat turun 38,27 poin atau 5,25 persen ke posisi 691,08.
Imbas dari pelemahan tersebut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan pada pukul 11:19:31 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Pembekuan perdagangan dipicu oleh penurunan IHSG yang mencapai lebih dari 5 persen.

Ditutup Menguat
IHSG pada Rabu sore (19/3), ditutup menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!