Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jalur Kereta Rangkasbitung-Pandeglang-Labuan Siap Hidup Lagi, BRIN Ungkap Dampaknya

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 14:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jalur Kereta Rangkasbitung-Pandeglang-Labuan Siap Hidup Lagi, BRIN Ungkap Dampaknya Doc: Antara
Ket. Ilustrasi- Rel kereta yang ada di jalur kereta api yang melewati Kota Bandarlampung.

Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam risetnya mengungkapkan bahwa reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan berpotensi meningkatkan mobilitas penumpang dan barang, mendorong pertumbuhan ekonomi, sekaligus memperkuat pengembangan wilayah secara berkelanjutan.

"Reaktivasi jalur kereta api bukan hanya proyek transportasi, tetapi juga strategi pengembangan wilayah. Semestinya potensi tersebut dapat dioptimalkan," kata Peneliti Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa dan Konektivitas (PRKSDK) BRIN, Purwoko dalam keterangan di Jakarta, Minggu (2/8).

Purwoko mengungkapkan kajian dilakukan berdasarkan kondisi eksisting jalur yang telah lama tidak beroperasi. Infrastruktur rel mengalami kerusakan, banyak stasiun tidak lagi berfungsi, dan sebagian trase telah beralih fungsi menjadi jalan maupun kawasan permukiman.

Untuk menilai kelayakan reaktivasi, tim peneliti mengumpulkan data primer melalui observasi lapangan terhadap jalur rel, stasiun, jembatan, dan fasilitas pendukung, serta melakukan wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan, meliputi PT Kereta Api Indonesia, pemerintah, operator, dan masyarakat. Analisis juga diperkuat dengan data sekunder berupa dokumen perencanaan wilayah dan kebijakan transportasi.

"Hasil kajian menunjukkan potensi pengoperasian kembali jalur cukup besar. Potensi tersebut didukung oleh pertumbuhan penduduk, meningkatnya mobilitas masyarakat, kemacetan lalu lintas yang semakin tinggi, serta kebutuhan distribusi berbagai komoditas, seperti hasil pertanian, hasil perikanan, dan batu bara menuju PLTU Labuan yang selama ini masih mengandalkan angkutan jalan," ujarnya.

Purwoko melanjutkan, analisis juga mengidentifikasi sejumlah kekuatan yang mendukung reaktivasi, antara lain kapasitas angkut kereta api yang besar, tarif yang relatif terjangkau, karakteristiknya yang ramah lingkungan, serta peluang meningkatkan konektivitas antarwilayah.

Adapun tantangan yang dihadapi mencakup kerusakan infrastruktur, alih fungsi lahan rel, tingginya kebutuhan investasi pembangunan dan pemeliharaan, serta persaingan dengan moda transportasi lainnya.

Berdasarkan analisis Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS), strategi pengembangan berada pada Kuadran I atau strategi agresif. Posisi tersebut menunjukkan bahwa peluang pengembangan lebih besar dibandingkan hambatan sehingga reaktivasi jalur memiliki prospek yang kuat untuk direalisasikan.

Menurut Purwoko, implementasi reaktivasi perlu disertai strategi penguatan keunggulan moda kereta api melalui peningkatan akses menuju stasiun, perbaikan kualitas layanan, integrasi dengan moda transportasi lain, serta sosialisasi kepada masyarakat.

Diketahui sebelumnya, reaktivasi dan pembangunan jalur kereta api menjadi perhatian khusus Presiden RI Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo menyampaikan keinginannya agar perkeretaapian Indonesia berkembang semakin pesat dan menjangkau wilayah yang lebih luas seiring dengan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia.

"Saya menanti peresmian revitalisasi stasiun-stasiun lain, termasuk launching Trans Sumatra Railway. Terima kasih," tutur Presiden Prabowo (30/7).

Adapun jalur kereta api Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan sepanjang sekitar 56 kilometer dibangun pada 1906 dan berhenti beroperasi sekitar 1984 seiring bergesernya orientasi transportasi ke angkutan jalan.

Saat ini, reaktivasi lintas tersebut telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) 2025–2029. Konstruksi segmen awal direncanakan dimulai pada 2027, sedangkan keseluruhan proyek ditargetkan selesai dan beroperasi pada 2029.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
WHO: Wabah Ebola di RD Kong...
Nasional
Disnaker: Perpanjangan Kart...

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Madura, Penumpang Nekat Lompat ke Laut

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.