Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penjelasan BMKG Mengapa El Nino Menguat tapi Sejumlah Wilayah Masih Diguyur Hujan

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 22:57 WIB | Oleh:
Penjelasan BMKG Mengapa El Nino Menguat tapi Sejumlah Wilayah Masih Diguyur Hujan Doc: Pexels

JAKARTA - Fenomena El Nino telah memasuki kategori kuat, tetapi sejumlah wilayah Indonesia masih mengalami hujan dengan intensitas bervariasi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah fenomena atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan.

Mengutip siaran pers Minggu (2/8), BMKG mencatat hujan lebat hingga sangat lebat masih terjadi secara lokal pada 27-29 Juli 2026. Curah hujan tertinggi tercatat di Sumatra Barat mencapai 126 milimeter per hari.

Selain Sumatra Barat, hujan juga terjadi di Kepulauan Riau dengan curah hujan 97 milimeter per hari. Kemudian Aceh mencapai 83,5 milimeter per hari, Jawa Barat 53,4 milimeter per hari, dan Sumatra Utara 52,6 milimeter per hari.

Fenomena tersebut dipengaruhi aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial. Kedua gelombang atmosfer itu memengaruhi sebagian wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah.

BMKG juga mencatat adanya anomali negatif Outgoing Longwave Radiation (OLR). Kondisi tersebut menunjukkan peningkatan tutupan awan yang mendukung pembentukan awan hujan.

Dengan begitu, musim kemarau dan El Nino kuat tidak otomatis menghentikan hujan di seluruh Indonesia. Hujan masih dapat terjadi secara lokal ketika dinamika atmosfer mendukung pertemuan massa udara dan pertumbuhan awan.

Meski demikian, BMKG menegaskan kondisi iklim global masih didominasi El Nino kuat. Indeks Niño 3.4 tercatat sebesar +2,26, sedangkan Southern Oscillation Index (SOI) berada di angka -28,2.

Kondisi tersebut diperkirakan menyebabkan curah hujan rendah mendominasi sekitar 91,43 persen wilayah Indonesia pada dasarian I Agustus 2026. Sementara sekitar 8,57 persen wilayah diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah.

BMKG menjelaskan peluang hujan masih dipengaruhi aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sebagian Sumatra serta Kalimantan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) juga berpotensi memengaruhi wilayah Indonesia bagian timur.

Selain itu, Bibit Siklon Tropis 94W yang berada di Samudra Pasifik utara turut membentuk pola konvergensi dan konfluensi udara. Kondisi tersebut mendorong pembentukan awan sehingga hujan ringan hingga lebat masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.

BMKG juga mengingatkan masyarakat dan pelaku aktivitas kelautan mewaspadai peningkatan kecepatan angin serta gelombang tinggi. Potensi tersebut diprakirakan terjadi di sejumlah perairan Indonesia, termasuk Laut Andaman hingga Samudra Hindia selatan Jawa dan Nusa Tenggara Timur. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Nasional
Seniman Prancis Gelar Pelat...
Luar Negeri
Ribuan Orang Berunjuk Rasa ...
Luar Negeri
Korut Luncurkan Sejumlah Mi...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.