Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Bandung Salurkan Air Bersih bagi Warga yang Terdampak Kekeringan

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 23:08 WIB | Oleh:
BPBD Bandung Salurkan Air Bersih bagi Warga yang Terdampak Kekeringan Doc: Pemkab Bandung

BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyalurkan 15.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah. Penyaluran bantuan diberikan bersama Palang Merah Indonesia (PMI).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, mengatakan bantuan ini diberikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama musim kemarau. Bantuan tersebut disalurkan kepada warga di Kampung Cihonje RW 1 dan RW 2 serta Kampung Bunisakti, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari.

Sebanyak 666 kepala keluarga atau 2.134 jiwa menerima pasokan air bersih yang didistribusikan menggunakan mobil tangki. "Kami membantu masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih bersama Palang Merah Indonesia," kata Diki di Bandung, Minggu (2/8).

"Kami mendistribusikan 15 ribu liter air bersih bagi 2.134 warga Desa Wargaluyu, Arjasari. Distribusi menggunakan mobil tangki," imbuh dia.

Diki menjelaskan, pendistribusian air bersih tidak hanya dilakukan di Arjasari, tetapi juga menjangkau sejumlah kecamatan lain yang rawan terdampak kekeringan. Yakni, Pasirjambu, Rancaekek, Cileunyi, Cimaung, Margaasih, dan Katapang.

Selain menyalurkan bantuan air bersih, BPBD Kabupaten Bandung terus berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan). Serta Perumda Air Minum Tirta Raharja untuk mempercepat penanganan jaringan perpipaan air bersih di wilayah terdampak.

Diki menambahkan, berdasarkan informasi BMKG, fenomena El Nino diperkirakan masih menyebabkan penurunan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bandung.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bandung telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan. Serta Kebakaran Hutan dan Lahan melalui Keputusan Bupati Bandung Nomor 300.2.1/KEP.398-BPBD/2026 yang berlaku mulai 18 Juni hingga 30 September 2026.

BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kepada pemerintah setempat apabila mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih. Agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secepat mungkin. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.