Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Bulog Minta Masyarakat Cermat Memilih Beras Berdasarkan Standar Mutu

31 Minggu, 02 Agu 2026, 22:30 WIB | Oleh:
Bulog Minta Masyarakat Cermat Memilih Beras Berdasarkan Standar Mutu Bulog Minta Masyarakat Cermat Memilih Beras Berdasarkan Standar Mutu Doc: Humas Bulog

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, meminta masyarakat cermat mengenai standar mutu atau kualitas beras. Ia mengimbau masyarakat selaku konsumen, agar dapat membedakan beras premium dan medium secara tepat.

Menurut dia kategori beras tidak semata-mata ditentukan oleh warna yang putih, tampilan mengilap, merek, maupun klaim pada kemasan. Menurut dia, kategori beras berdasarkan parameter mutu yang telah diuji.

“Beras premium bukan sekadar beras yang terlihat putih, bersih, atau mengilap. Penentuan kelas mutu harus mengacu pada parameter yang dapat diukur dan diuji,” kata Ahmad Rizal dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8).

Oleh sebab itu, pihaknya terus memperkuat edukasi agar masyarakat semakin cermat. Melalui edukasi, masyarakat dapat memperoleh kepastian bahwa mutu beras yang dibeli sesuai dengan kelas dan harganya.

Menurut dia, regulasi beras dikelompokkan sesuai dengan mutunya. Yakni premium dan medium sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras.

Didalam peraturan tesebut, beras yang diedarkan wajib memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan seperti derajat sosoh, kadar air, butir menir. “Selanjutnya, butir patah, butir beras lainnya dan butir gabah,” ujar dia.

Ia menerangkan kategori premium, ketentuan mutu antara lain meliputi derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen. Kemudian ketentuan lain, butir menir maksimal 0,5 persen, butir patah maksimal 15 persen.

Total butir beras lainnya maksimal 1 persen, tanpa butir gabah, serta tanpa benda asing. Sementara pada beras medium, derajat sosoh dan kadar air ditetapkan sama.

Tetapi memiliki toleransi lebih besar, yakni butir menir maksimal 2 persen. Butir patah maksimal 25 persen, total butir beras lainnya maksimal 4 persen, dan butir gabah maksimal satu butir per 100 gram.

“Perbedaan premium dan medium terutama terlihat dari komposisi butirnya, karena itu, konsumen perlu memperhatikan kondisi beras secara menyeluruh. Membaca informasi pada kemasan, memastikan label produk jelas, serta membeli dari pedagang atau saluran distribusi yang dapat dipercaya,” kata dia.

Edukasi juga bagian dari perlindungan konsumen termasuk ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. HET beras ditetapkan berdasarkan wilayah distribusi.

Zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi. HET beras medium sebesar Rp13.500 per kilogram dan beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram.

Di Zona 2, yang mencakup wilayah Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, Kalimantan, serta Nusa Tenggara Timur. HET beras medium ditetapkan sebesar Rp14.000 per kilogram dan beras premium sebesar Rp15.400 per kilogram.

Sementara itu, untuk Zona 3 yang meliputi Maluku dan Papua, HET beras medium sebesar Rp15.500 per kilogram. Beras premium sebesar Rp15.800 per kilogram.

Ia menilai literasi mutu beras harus diperluas melalui berbagai kanal komunikasi agar masyarakat tidak hanya mengandalkan penampilan fisik dalam menentukan kualitas. Hal tersebut sejalan dengan masukan publik agar Bulog turut memberikan pemahaman sederhana mengenai standar mutu beras nasional dan perbedaan antarkelas beras.

“Dengan informasi yang semakin terbuka, masyarakat dapat membandingkan produk secara lebih objektif dan mendapatkan mutu sesuai dengan harga yang dibayarkan. Pada saat yang sama, pelaku usaha yang menjalankan perdagangan secara jujur dan sesuai ketentuan juga memperoleh perlindungan,” kata Ahmad Rizal Ramdhani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pemkot Bekasi Segera Bangun...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.