Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bulog Minta Masyarakat Cermat Memilih Beras Berdasarkan Standar Mutu

📅 Minggu, 02 Agu 2026, 22:30 WIB | Oleh:
Bulog Minta Masyarakat Cermat Memilih Beras Berdasarkan Standar Mutu Doc: Humas Bulog

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, meminta masyarakat cermat mengenai standar mutu atau kualitas beras. Ia mengimbau masyarakat selaku konsumen, agar dapat membedakan beras premium dan medium secara tepat.

Menurut dia kategori beras tidak semata-mata ditentukan oleh warna yang putih, tampilan mengilap, merek, maupun klaim pada kemasan. Menurut dia, kategori beras berdasarkan parameter mutu yang telah diuji.

“Beras premium bukan sekadar beras yang terlihat putih, bersih, atau mengilap. Penentuan kelas mutu harus mengacu pada parameter yang dapat diukur dan diuji,” kata Ahmad Rizal dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8).

Oleh sebab itu, pihaknya terus memperkuat edukasi agar masyarakat semakin cermat. Melalui edukasi, masyarakat dapat memperoleh kepastian bahwa mutu beras yang dibeli sesuai dengan kelas dan harganya.

Menurut dia, regulasi beras dikelompokkan sesuai dengan mutunya. Yakni premium dan medium sesuai Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023 tentang Persyaratan Mutu dan Label Beras.

Didalam peraturan tesebut, beras yang diedarkan wajib memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan seperti derajat sosoh, kadar air, butir menir. “Selanjutnya, butir patah, butir beras lainnya dan butir gabah,” ujar dia.

Ia menerangkan kategori premium, ketentuan mutu antara lain meliputi derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen. Kemudian ketentuan lain, butir menir maksimal 0,5 persen, butir patah maksimal 15 persen.

Total butir beras lainnya maksimal 1 persen, tanpa butir gabah, serta tanpa benda asing. Sementara pada beras medium, derajat sosoh dan kadar air ditetapkan sama.

Tetapi memiliki toleransi lebih besar, yakni butir menir maksimal 2 persen. Butir patah maksimal 25 persen, total butir beras lainnya maksimal 4 persen, dan butir gabah maksimal satu butir per 100 gram.

“Perbedaan premium dan medium terutama terlihat dari komposisi butirnya, karena itu, konsumen perlu memperhatikan kondisi beras secara menyeluruh. Membaca informasi pada kemasan, memastikan label produk jelas, serta membeli dari pedagang atau saluran distribusi yang dapat dipercaya,” kata dia.

Edukasi juga bagian dari perlindungan konsumen termasuk ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. HET beras ditetapkan berdasarkan wilayah distribusi.

Zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi. HET beras medium sebesar Rp13.500 per kilogram dan beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram.

Di Zona 2, yang mencakup wilayah Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, Kalimantan, serta Nusa Tenggara Timur. HET beras medium ditetapkan sebesar Rp14.000 per kilogram dan beras premium sebesar Rp15.400 per kilogram.

Sementara itu, untuk Zona 3 yang meliputi Maluku dan Papua, HET beras medium sebesar Rp15.500 per kilogram. Beras premium sebesar Rp15.800 per kilogram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pentagon Jadwalkan Jet Temp...

Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

48 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Promosikan Kain Ulos agar M...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.