Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Obituari - Nasirun, Maestro Perupa Indonesia yang Membumi

1 Minggu, 02 Agu 2026, 10:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Obituari - Nasirun, Maestro Perupa Indonesia yang Membumi Obituari - Nasirun, Maestro Perupa Indonesia yang Membumi Doc: ANTARA
Ket. Suasana rumah duka maestro seni rupa Indonesia Nasirun di Perum Bayeman Permai, Dusun Onggobayan, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (1/8/2026).

YOGYAKARTA – Ucapan duka yang tertulis pada puluhan karangan bunga berjajar memanjang hampir memenuhi kompleks Perum Bayeman Permai,  Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tempat jenazah Nasirun, maestro seni rupa Indonesia, disemayamkan. 

Lantunan ayat suci Al-Qur'an menggema dari rumah duka itu di Sabtu (01/8) pagi yang sendu.

Ratusan orang tampak kompak mengenakan pakaian serba hitam. Mereka datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang selama puluhan tahun dikenal sebagai seniman besar yang rendah hati.

Di dalam rumah duka, antrean pelayat yang hendak menunaikan salat jenazah nyaris tidak pernah terputus. Teman, keluarga, kolega, pejabat, seniman, hingga warga sekitar larut dalam suasana duka, mengiringi kepergian Nasirun kembali ke pangkuan Ilahi.

20260802152003_29662.jpg

Ket. Berita Lelayu

Di balik reputasinya yang mendunia, Nasirun dikenal  sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan tidak pernah merepotkan orang lain. Ketenarannya tidak pernah mengubah cara ia memandang sesama. Namanya boleh melanglang dunia melalui karya-karyanya, tetapi kehidupannya tetap membumi.

Di antara ratusan pelayat, terdapat sosok yang mengenal Nasirun begitu dekat, yakni Jumaldi Alfi Chaniago. Selain bertetangga dalam satu kompleks perumahan, Alfi juga merupakan rekan sesama seniman sekaligus adik tingkat Nasirun saat menempuh pendidikan di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), yang kini menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Karena tinggal berdekatan, Alfi hampir setiap hari bertemu dengan Nasirun. Kabar duka yang datang secara tiba-tiba membuatnya benar-benar terkejut. Sehari sebelumnya, mereka masih sempat berbincang seperti biasa.

"Terakhir ketemu itu Jumat sore. Saya sendiri pas dikasih tahu tadi pagi langsung kaget sekali karena tidak menyangka," kata Alfi.

Bahkan, dua hari sebelumnya mereka masih menghadiri sebuah pameran seni dan saling bercanda. Meski demikian, Alfi mengakui sempat melihat kondisi fisik Nasirun tampak kurang sehat dalam beberapa hari terakhir.

"Tapi kan kita ngerasa itu  pengaruh  cuaca.  Jogja hari ini kan memang lagi dingin," ujarnya.

Pada Sabtu sekitar pukul 02.00 WIB, Alfi menerima kabar bahwa Nasirun dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas yang cukup berat. Empat jam kemudian, sekitar pukul 05.50 WIB, kabar duka berpulangnya Nasirun sampai kepadanya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari keluarga, Nasirun telah mengalami sesak napas selama tiga hari terakhir. Namun, seperti yang selama ini dikenalnya, Nasirun tidak pernah mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada orang lain. Bahkan, Alfi baru mengetahui bahwa sahabatnya itu mengidap pneumonia dan penyakit asam lambung.

"Jadi memang kalau sesaknya itu kata keluarga tiga hari ini udah sesak, cuman kan hilang timbul," ujarnya.

Selesai dengan Dunia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Staf PBB Tewas dalam Tahana...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.