Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Biasa Tumbuh di Dataran Tinggi, Petani Kalsel Buktikan Rawa Bisa Hasilkan Kopi Robusta Berkualitas

📅 Selasa, 11 Mar 2025, 15:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Biasa Tumbuh di Dataran Tinggi, Petani Kalsel Buktikan Rawa Bisa Hasilkan Kopi Robusta Berkualitas Doc: ANTARA/ Muhammad Rastaferian Pasya
Ket. Sebanyak 250 pohon kopi robusta tumbuh dengan baik di lahan rawa di Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, di Rantau, Kabupaten Tapin (11/3/2025). ()

TAPIN – Petani di Desa Hiyung Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan kini mengembangkan inovasi dengan menanam kopi robusta di lahan rawa.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tapin Triasmoro di Rantau Tapin, Selasa (11/3), mengatakan budi daya kopi robusta di lahan rawa sebagai potensi baru bagi Tapin, mengingat tanaman ini biasadikembangkan di dataran tinggi.

Seperti diketahui bahwa kopi robusta (Coffea canephora) merupakan salah satu spesies tanaman kopi yang berasal dari Afrika subsahara tengah dan barat. Ini adalah spesies tumbuhan berbunga dalam keluarga Rubiaceae.

"Selama ini kopi lebih banyak dikembangkan di dataran tinggi, tetapi keberhasilan petani di Desa Hiyung membuktikan bahwa lahan rawa pun bisa produktif," ujar Triasmoro.

Menurutnya, keberhasilan ini menjadi referensi bagi petani lain untuk diversifikasi tanaman, terutama bagi mereka yang menghadapi kendala dalam menanam cabai atau komoditas lain.

"Dinas Pertanian akan memantau perkembangan kopi robusta ini Jika memang terbukti bisa bertahan dan produktif kami akan dorong lebih luas," katanya.

Sementara itu, Petani kopi robusta di Desa Hiyung Amat menyebutkan lahan yang sekarang di tanami kopi adalah lahan bekas menanam cabai Hiyung tetapi gagal panen akhirnya berpindah tanam menjadi kopi robusta

"Penanaman awal sebanyak 260 bibit kopi robusta, alhamdulillah sekarang bertahan dan tumbuh dengan baik sebanyak 250 pohon kopi" ucapnya

Amat mengatakan bibit kopi robusta yang di tanam berasal dari Desa Asam Randah, Kecamatan Hatungun.

Ia menambahkan harga kopi yang relatif stabil di pasaran menjadi motivasi untuk mencoba membudidayakan kopi di lahan rawa

"Di tapin kopi sekarang punya pasar yang bagus dengan makin banyak tempat ngopi tapi kopi lokal belum banyak tersedia di situ lah peluangnya," katanya.

Dalam hal perawatan, pengembangan kopi jenis ini tidak susah, hanya rutin membersihkan lahan dari gulma dan pemberian pupuk, kalo dihitung-hitung tidak terlalu banyak memakan modal

"Dalam dua hingga tiga tahun ke depan kopinya sudah mulai berbuah dan menghasilkan panen yang pertama," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
BPOM Segel Gudang Penyimpan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

Daftar Event Akhir Pekan di Jakarta 6–7 Juni 2026: Ada Konser EXO dan Reality Club

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.