Hati-hati, Detak Jantung Tidak Teratur Mungkin Gejala Aritmia
📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 17:15 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Dok. RSPI
JAKARTA – Jantung merupakan organ vital karena fungsinya memompa darah ke seluruh tubuh guna mendistribusikan oksigen dan nutrisi. Sistem kelistrikan jantung sangat berperan dalam proses terjadinya denyut jantung. Tanpa adanya listrik di dalam jantung, jantung tidak dapat berdenyut.
Listrik jantung diproduksi oleh suatu generator listrik yang terletak di serambi kanan jantung. Penyebaran listrik ke seluruh jantung difasilitasi oleh sel-sel otot jantung dan sistem kabel dalam jantung yang memastikan penyebaran listrik jantung terjadi secara efektif.
Salah satu terjadi pada jantung salah satunya adalah aritmia suatu kelainan pada irama jantung, yang bisa terjadi terlalu cepat atau terlalu lambat, sehingga iramanya tidak beraturan. Kondisi ini bisa saja tidak disadari, karena jarang menunjukkan gejala yang khas.
“Gangguan pada irama jantung pada akhirnya dapat berakibat pada henti jantung hingga gangguan pompa jantung secara keseluruhan,” kata Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia RS Pondok Indah – Pondok Indah dr. Dony Yugo Hermanto, Sp. J.P, Subsp. Ar. (K), FIHA, di Jakarta pada hari Rabu (5/3).
Ia menjelaskan, aritmia merupakan gangguan irama jantung yang meliputi pembentukan listrik dan penjalarannya. Hal tersebut membuat irama jantung dapat menjadi lebih cepat, lebih lambat, maupun degup jantung yang tidak teratur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gangguan irama jantung ini kemudian dapat membuat fungsi jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh menjadi tidak efektif. Akibatnya, dapat terjadi beberapa gangguan pada organ jantung, mulai dari henti jantung mendadak (kematian mendadak), pingsan, hingga gangguan fungsi pompa jantung.
Normalnya jantung berdetak secara teratur sebanyak 60-100 kali per menit. Secara umum, aritmia dapat dibedakan menjadi 3 kelompok besar, yakni bradikardia, takikardia, dan ekstra sistol. Bradikardia adalah kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat, yakni kurang dari 60 kali per menit.
“Sebaliknya, Takikardia merupakan kondisi di mana jantung berdetak lebih cepat, yang ditandai dengan denyut jantung lebih dari 100 kali per menit. Ekstra sistol adalah keadaan di mana terdapat denyut jantung ekstra walaupun laju nadi tetap normal,” ujar Dony.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jenis Aritmia
Aritmia digolongkan ke dalam beberapa jenis yang umum terjadi.
1. Irama jantung letal
Irama jantung letal adalah irama jantung yang mengakibatkan jantung berhenti berdenyut. Bisa denyut jantung terlalu cepat (fibrilasi ventrikel, takikardia ventrikel) atau tidak ada impuls sama sekali yang dapat merangsang jantung untuk berdenyut (asistol)
2. Atrial fibrilasi
Atrial fibrilasi adalah gangguan irama jantung yang ditandai dengan denyut jantung tidak beraturan dan cepat. Kondisi ini disebabkan adanya korslet atau badai listrik di dalam serambi jantung
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!