Hati-hati, Detak Jantung Tidak Teratur Mungkin Gejala Aritmia
📅 Sabtu, 08 Mar 2025, 17:15 WIB | Oleh: Haryo BronoElektrokardiogram (EKG), untuk merekam aktivitas listrik jantung dalam 1 waktu. Holter monitoring, untuk merekam aktivitas listrik jantung pasien selama seharian, termasuk saat beraktivitas.
Stress test atau treadmill test, untuk mengukur aktivitas jantung saat pasien melakukan latihan fisik, yang salah satunya akan dilakukan dengan meminta pasien berjalan di atas treadmill. Studi listrik jantung (electrophysiological study), adalah metode invasif yang dapat dengan pasti menentukan tipe gangguan irama yang terjadi.
Penanganan Aritmia
Pada dasarnya, metode pengobatan aritmia tergantung pada jenis gangguan irama jantung yang dialami, apakah terlalu cepat atau terlalu lambat. Selain itu, penanganan yang akan diberikan oleh dokter juga disesuaikan dengan tingkat keparahan dan kondisi medis pasien. Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan aritmia jantung yang dapat dilakukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan obat-obatan, termasuk peresepan obat antiaritmia dan obat pengencer darah untuk menurunkan risiko terjadinya penggumpalan darah. Ablasi jantung, bertujuan menghancurkan sebagian kecil jaringan di jantung yang menyebabkan gangguan impuls listrik, sehingga irama jantung menjadi normal kembali
Meode lainnya aadalah kardioversi atau syok jantung, bisa saja dilakukan untuk ‘menyetel ulang’ irama jantung, sehingga kembali normal. Pemasangan pacemaker atau alat pacu jantung, yang bertujuan untuk menjaga denyut jantung normal dengan irama yang tetap teratur
Komplikasi Aritmia
Sebaiknya Anda baca juga:
Tidak semua aritmia merupakan kondisi yang berbahaya, ada yang tidak berbahaya tanpa perlu penanganan medis oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Namun, ada juga kasus aritmia yang berpotensi membahayakan nyawa penderitanya. Semua ini tergantung dari jenis aritmia dan keparahannya, kondisi kesehatan masing-masing pasien, serta kecepatan penanganan yang diberikan.
Berikut ini adalah beberapa komplikasi aritmia yang mungkin terjadi jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, seperti kematian mendadak, penurunan fungsi pompa jantung, dan juga stroke.
“Untuk itu, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ketika mengalami beberapa keluhan yang menyerupai gejala aritmia, terutama bagi Anda berisiko tinggi mengalami kelainan irama jantung ini. Sebab, semakin cepat terdeteksi, dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai dan memberikan arahan untuk mencegah kondisi jadi lebih parah.
Selain pemeriksaan yang holistik dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, RS Pondok Indah juga menyediakan pelayanan medis dengan didukung fasilitas medis terkini. Ablasi jantung dapat dilakukan di RS Pondok Indah bagi pasien yang memerlukannya, tentunya dengan teknologi medis terdepan.
Berapa Detak Jantung Penderita Aritmia? Detak jantung penderita aritmia dapat bervariasi tergantung jenisnya, jantung bisa berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, ataupun tidak beraturan. Dikatakan takikardia jika memiliki detak jantung lebih dari 100 denyut per menit (dpm), sementara pada bradikardia detak jantung kurang dari 60 dpm.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Aritmia Kambuh?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!