Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kopdes Merah Putih Harus Serap Seluruh Produk Lokal

📅 Senin, 29 Des 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kopdes Merah Putih Harus Serap Seluruh Produk Lokal Doc: antara
Ket. AHMAD ZABADI Sekretaris Kemenkop - Hasil panen cabai, beras, hingga ikan akan masuk cold storage, lalu dilakukan proses khusus sebelum masuk pasar modern atau diekspor.

Kopdes Merah Putih diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai pusat distribusi dan pemasaran produk lokal

Jakarta - Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi menegaskan bahwa seluruh produk lokal harus diserap koperasi, terutama Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi rakyat.

"Semua produk lokal harus diserap koperasi. Hasil panen cabai, beras, hingga ikan akan masuk cold storage, lalu dilakukan proses khusus sebelum masuk pasar modern atau diekspor," kata Zabadi di Jakarta, Minggu (28/12).

Seperti dikutip dari Antara, menurut Zabadi, Kopdes Merah Putih hadir sebagai agregator produk mikro dan ultra mikro.

Ia menekankan koperasi desa harus menjadi bagian dari ekosistem industrialisasi dengan memproses, mengemas dan memasarkan produk lokal secara modern sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat desa.

Zabadi menambahkan Kopdes/Kel Merah Putih juga mendorong pengusaha lokal melakukan produksi massal untuk kebutuhan dasar harian, sehingga ketergantungan terhadap produk impor dapat dikurangi.

Selain berperan sebagai penyerap produk lokal, Zabadi menyampaikan bahwa koperasi desa turut memastikan masyarakat memperoleh barang-barang subsidi seperti LPG, beras dan obat-obatan dengan harga resmi sesuai ketetapan pemerintah.

Menurut, dia selama ini harga komoditas strategis kerap dipermainkan tengkulak sehingga merugikan masyarakat.

Tak hanya itu, ia menyebut koperasi juga menjadi solusi atas keterbatasan nelayan dan petani dalam mengakses bahan bakar serta pupuk bersubsidi.

Dengan adanya koperasi, ia memastikan nelayan dapat membeli solar sesuai harga resmi 6.800 rupiah per liter dan petani mendapatkan pupuk sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

Lebih lanjut, Zabadi juga menekankan bahwa Kopdes Merah Putih ditugaskan menyelenggarakan program makan bergizi gratis (MBG) bagi anak-anak dengan bahan baku dari produksi lokal.

Menurut dia, koperasi desa ditugaskan mengonsolidasi peternak sapi perah untuk memenuhi kebutuhan susu nasional, sehingga produksi masyarakat desa ditempatkan sebagai prioritas utama dalam penyediaan pangan bergizi.

Dorong Kewirausahaan

Sementara itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang membuka ruang bagi koperasi untuk terlibat dalam sektor energi dan pertambangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.