Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PKK Berau ajak kaum ibu inovatif olah ikan guna cegah stunting

📅 Selasa, 18 Feb 2025, 16:35 WIB | Oleh:
PKK Berau ajak kaum ibu inovatif olah ikan guna cegah stunting Doc: Antara/ HO Prokopim Berau
Ket. Ketua Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Berau Sri Aslinda Gamalis.

Samarinda -- PKK Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim), mengajak kaum ibu inovatif mengolah ikan agar anak tertarik dan mau mengonsumsi ikan, karena ikan mengandung protein hewani yang efektif mencegah stunting, bahkan mengandung omega-3 untuk perkembangan otak anak.

Hal ini menjadi perhatian pengurus PKK karena prevalensi stunting di Berau pada akhir 2023 tergolong tinggi yakni sebesar 23 persen, berada di posisi ke lima dari 10 kabupaten/kota di Kaltim.

"Di tempat kita ini banyak ikan laut karena kawasan pesisir, sehingga ikan bisa diolah menjadi beragam makanan yang menarik bagi anak-anak. Apalagi ikan bergizi tinggi sehingga baik untuk anak," ujar Ketua PKK Berau Sri Aslinda Gamalis di Berau, Selasa.

Selain aktif, kreatif, dan inovatif, mengolah makanan bergizi untuk pencegahan stunting, kata dia, dari kreativitas ini juga memiliki dampak positif terhadap perkembangan ekonomi keluarga, karena kaum ibu dan anggota PKK baik di tingkat kabupaten, kecamatan, maupun tingkat desa, dapat menghasilkan uang dari inovasi tersebut.

Misalnya, kata dia, ikan yang sudah diolah dengan baik dengan rasa yang standar, menarik, dan dikemas dengan cantik, maka akan banyak orang yang tertarik untuk membeli, sehingga hal ini bukan saja bisa dinikmati oleh keluarga dan warga setempat, tapi juga bisa menjadi oleh-oleh bagi wisatawan.

Apalagi Kabupaten Berau banyak memiliki objek wisata menarik, kata dia, terutama wisata bahari yang kerap dikunjungi oleh wisatawan, baik wisatawan Nusantara maupun wisatawan mancanegara.

Ia melanjutkan sejumlah kegiatan yang dilakukan pemerintah bersama pengurus PKK dalam penanganan stunting selama ini adalah melalui delapan aksi konvergensi stunting, sehingga giat ini diharapkan dapat mencegah dan menekan prevalensi stunting.

Sebanyak delapan aksi konvergensi itu adalah aksi analisa situasi stunting, rencana kegiatan, rembug stunting, regulasi tentang stunting, pembinaan unsur pelaku, sistem manajemen data, data cakupan sasaran dan publikasi data, serta evaluasi kerja.

Giat lain yang tak kalah penting adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, yakni dengan menyasar kepada Ibu hamil dan balita yang berisiko stunting.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

Malam Suro: Dialektika Ruang Perjumpaan Tradisi, Agama, dan Sejarah

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.