Seorang Warga Dilaporkan Meninggal Akibat Gempa Bumi di Sulteng
📅 Selasa, 16 Jun 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan seorang warga meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 di Sulawesi Tengah (Sulteng), pada Selasa.
“Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga pukul 19.00 WIB, satu warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa.
Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan (LS) dan 120,24 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 10 kilometer.
Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.
Selain adanya korban meninggal dunia, proses pendataan juga menunjukkan peningkatan jumlah warga terdampak dan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hingga saat ini tercatat sekira 312 jiwa atau 110 Kepala Keluarga (KK) di Sulteng yang terdampak gempa.
Kabupaten Sigi yang menjadi wilayah tempat ditemukannya korban jiwa merupakan wilayah dengan dampak paling signifikan. Di sana tercatat sekira 272 jiwa atau 89 KK terdampak gempa bumi, selain itu terdapat 22 warga yang mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.
Wilayah lain yang juga mengalami dampak cukup signifikan adalah Kabupaten Parigi Moutong dengan 40 jiwa terdampak atau 21 KK. Sedangkan di Kota Palu, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso terdapat satu warga yang mengalami luka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendataan yang dilakukan BNPB juga menemukan sedikitnya 67 rumah terdampak. Dari jumlah itu, 26 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat.
Kerusakan paling banyak dilaporkan berada di Kabupaten Sigi dengan 47 rumah terdampak, terdiri dari 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 unit rumah rusak berat.
Di wilayah ini juga tercatat enam fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran terdampak, satu jembatan terdampak, dan satu UMKM mengalami kerusakan.
Di Kabupaten Poso, tercatat lima rumah terdampak dengan tiga rumah rusak ringan. Di Kabupaten Parigi Moutong tercatat 15 rumah terdampak, sedangkan di Kota Palu dilaporkan terjadi keretakan di Jembatan III, satu fasilitas umum terdampak, satu hotel mengalami kerusakan, dan satu tempat usaha terdampak.
Aktivitas gempa susulan masih terus terjadi hingga sore hari. BMKG mencatat hingga pukul 14.00 WIB terdapat 55 kali aktivitas gempa susulan di sekitar lokasi gempa utama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!