Sebelum BBM Naik, DIY Perketat Pemakaian Kendaraan Dinas
📅 Selasa, 16 Jun 2026, 22:30 WIB | Oleh: Tim PenulisYOGYAKARTA – Efisiensi penggunaan kendaraan dinas menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan tata kelola anggaran pemerintah yang lebih efektif dan akuntabel.
Pengelolaan kendaraan dinas yang tepat dapat menekan biaya operasional, perawatan, dan konsumsi bahan bakar, sehingga anggaran dapat dialihkan ke program yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain menghasilkan penghematan fiskal, kebijakan ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menerapkan prinsip efisiensi, transparansi, dan optimalisasi aset negara.
Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah melakukan efisiensi penggunaan kendaraan dinas di lingkungan kantor, badan dan instansi ataupun organisasi perangkat daerah (OPD) setempat sejak sebelum harga BBM nonsubsidi naik.
"Sebenarnya untuk efisiensi penggunaan kendaraan dinas sudah kita lakukan pada saat kemarin saat ada imbauan untuk efisiensi yang berkaitan dengan pemakaian energi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti dalam keterangan di Yogyakarta, Selasa (16/6).
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan demikian, menurut dia, penghematan bahan bakar minyak (BBM) oleh Pemda DIY telah dilakukan sebelum ada kenaikan BBM nonsubsidi, sehingga kebijakan tersebut sejalan dengan efisiensi anggaran perjalanan dinas.
"Makanya kami juga ada kebijakan car free day. Di samping itu, sebenarnya desain anggaran di Pemda DIY) itu sudah sangat-sangat minimalis," katanya.
Sekda DIY mengatakan, kenaikan harga BBM nonsubsidi sebetulnya juga turut menyulitkan operasional perjalanan dinas di lingkungan Pemda DIY.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun demikian, pihaknya memilih untuk mengelola anggaran yang ada dengan menggunakan aturan skala prioritas, tanpa mengurangi pelayanan kepada masyarakat.
"Jadi yang perlu-perlu saja. Kalau butuh koordinasi tapi ternyata tidak harus datang, ya pakai zoom saja. Intinya kita kelola anggaran yang ada, kita atur cara pemanfaatan kendaraan dinas itu sendiri," katanya.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak masyarakat untuk semakin bijak dalam mengelola pendapatan dengan hidup hemat, menyusul kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax yang terjadi belum lama ini.
"Kita ini jangan hidup boros. Ya kondisi memang penghasilannya tetap, ya mestinya dijaga bagaimana kebutuhan itu jangan diluar kemampuan. Karena hidup boros untuk apa, akhirnya beli yang tidak perlu, punya aset yang sebetulnya tidak perlu, untuk apa," kata Sri Sultan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!