Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berakhirnya Perang AS-Iran Dorong Pemulihan Sentimen Pasar Kripto

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 18:52 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Berakhirnya Perang AS-Iran Dorong Pemulihan Sentimen Pasar Kripto Doc: istimewa
Ket. Sentimen pasar global kembali membaik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz

JAKARTA – Sentimen pasar global kembali membaik setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz. Meredanya ketidakpastian geopolitik tersebut mendorong investor kembali masuk ke aset dengan volatilitas tinggi, termasuk aset kripto, sehingga harga Bitcoin sempat menembus level US$65.900 pada Senin (15/6).

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (15/6), Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$63.900 hingga US$65.900, atau naik sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Penguatan tersebut juga menempatkan Bitcoin hampir 8% di atas level terendah pekan lalu yang sempat berada di bawah US$60.900.

Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, mengungkapkan bahwa meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberikan ruang bagi investor untuk kembali meningkatkan eksposur terhadap aset yang memiliki karakteristik volatilitas tinggi setelah beberapa pekan pasar dibayangi sentimen kehati-hatian.

“Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya. Hal tersebut yang saat ini turut mendorong pemulihan harga di pasar,” ujar Aloysia.

Tidak hanya Bitcoin, mayoritas aset kripto utama juga mencatatkan penguatan. Ethereum naik sekitar 5,1% ke level US$1.758, Solana menguat 6,6% menjadi US$72,6, sementara XRP bertambah 7,1% ke US$1,2. Di antara aset kripto berkapitalisasi besar, Hyperliquid (HYPE) menjadi salah satu aset dengan kenaikan tertinggi setelah menguat sekitar 11,6% ke level US$67,8.

Penguatan pasar kripto terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global. Setelah kesepakatan AS-Iran diumumkan, harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 4% menuju kisaran US$83 per barel karena pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya membebani prospek ekonomi global. Pada saat yang sama, pasar saham Asia menguat, kontrak berjangka indeks saham AS bergerak positif, dan tekanan terhadap dolar AS mulai mereda.

Di tengah sentimen pasar yang mulai membaik, Aloysia mengingatkan bahwa keberlanjutan tren positif ini masih bergantung pada faktor yang akan menentukan apakah penguatan Bitcoin dapat berlanjut dalam waktu dekat.

“Meredanya ketegangan geopolitik tentu menjadi perkembangan yang positif bagi pasar. Namun, investor masih perlu mencermati berbagai faktor lain, termasuk arus dana institusional melalui ETF Bitcoin spot, perkembangan regulasi, kebijakan moneter global, minat investor, serta kondisi likuiditas global. Karena itu, kami melihat penting bagi investor untuk tetap memperhatikan perkembangan pasar secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu sentimen tertentu,” ujar Aloysia.

Salah satu indikator yang akan menjadi perhatian pasar adalah pergerakan atau arus dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. Dalam sepekan terakhir, instrumen tersebut mencatatkan outflow US$1.72 miliar yang menunjukkan bahwa sebagian investor institusional masih bersikap hati-hati terhadap aset dengan karakteristik volatil.

Selain sentimen geopolitik, pasar juga masih mencermati sejumlah faktor fundamental yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan. Salah satunya adalah minat investor institusional yang tercermin dari arus dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. 

Sebagai regulated crypto exchange Indonesia, INDODAX terus mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip investasi yang bijak, melakukan riset secara mandiri (DYOR), melakukan Dollar Cost Averaging (DCA) melalui fitur investasi rutin di INDODAX guna membantu mengelola risiko di tengah volatilitas pasar. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.