Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Upayakan Distribusi Elpiji Terus Terpantau

📅 Kamis, 13 Feb 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Dinas Upayakan Distribusi Elpiji Terus Terpantau Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi didampingi Plt. Asperkeu Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati (kanan), dan Kadis  PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo (kiri) di Balai Kota Jakarta, Selasa (11/2).

JAKARTA - Distribusi gas elpiji 3 kg diupayakan tepat sasaran. Maka, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) bekerja keras mengawasi pasokan dan penyalurannya.

“Untuk itu, upaya monitoring dan pengawasan penyaluran gas elpiji 3 kg tetap dilakukan dan dintensifkan agar pasokan dan harga gas tetap terjaga sampai ke tangan masyarakat,“ tandas Kepala Dinas PPKUKM Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, Rabu. Dia mengatakan, gas elpiji 3 kg merupakan komoditas bahan penting yang penyalurannya disubsidi oleh pemerintah.

Dia menyampaikan, Dinas PPKUKM Jakarta telah berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga, selaku operator penyaluran gas elpiji 3 kg. Tujuannya untuk memastikan pasokan di wilayah Jakarta mencukupi dengan 269 agen dan 5.476 pangkalan.

“Kementerian ESDM merelaksasi kebijakan pelarangan pengecer untuk menyalurkan gas elpiji 3 kg. ESDM mengimbau para pengecer untuk mendaftarkan diri sebagai sub-pangkalan,” ujar Elisabeth, Rabu (12/2). Dia menjelaskan, hal ini dimaksudkan agar para pengecer (sub-pangkalan) tersebut dapat menjadi bagian dari mata rantai penyaluran gas elpiji 3 kg sehingga pengendalian HET dan pasokan juga tetap terjaga.

“Saat ini HET gas elpiji 3 kg di tingkat pangkalan di wilayah Jakarta berada di harga 16.000. Upaya monitoring dan pengawasan penyaluran gas elpiji 3 kg tetap dilakukan dan dintensifkan agar pasokan dan harga gas tetap terjaga sampai ke tangan masyarakat,” tandasnya.

Belum Putuskan

Pj Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi, menyatakan belum putuskan terkait HET elpiji 3 kg. “Kami masih mempelajari berbagai hal, termasuk situasi dan kondisi di berbagai wilayah administrasi,“ jelas Teguh.

Senada Elisabeth, Teguh juga menyampaikan HET sesuai dengan Pergub 4 Tahun 2015, untuk wilayah kota-kota di Jakarta adalah 16.000. Sedangkan untuk Kepulauan Seribu ada yang 18.000, ada yang 19.500.

Dia menyatakan Pemprov berhati-hati menerapkan kebijakan soal itu karena mempertimbangkan dampak serta situasi. Menurutnya, kebijakan pemerintah mestinya tepat, tak hanya asal menaikkan. Pemprov terus mengkaji.

Plt Asperkeu Sekretaris Daerah Jakarta, Suharini Eliawati, menandaskan, harga eceran tertinggi agar distribusi elpiji tepat sasaran. Perbedaan harga eceran elpiji 3 kg antara Jakarta (daratan) yang 16.000) dan Pulau Seribu (19.000), karena ada biaya transportasi.

Dia menegaskan di Jakarta tak pernah terjadi kelangkaan elpiji 3 kg. Kalaupun ada penurunan kuota Jakarta sebanyak 5 persen tahun ini, dia minta warga tak panik karena stoknya aman. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Advertisement
gaia musik festival
Nasional
Kemenbud: Museum Musik Indo...
Nasional
Menkes Serukan Perbaiki Seg...
Nasional
Gratis, Kemenag Terbitkan 4...
Nasional
Selama 2025 PT KAI Kelola 2...
Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda   

Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda  

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.