Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

India Genjot Kerja Sama Pertahanan dengan Asia Tenggara

📅 Sabtu, 08 Feb 2025, 02:50 WIB | Oleh:
India Genjot Kerja Sama Pertahanan dengan Asia Tenggara Doc: AFP/Money SHARMA
Ket. PM India, Narendra Modi, saat menyambut kedatangan Presiden RI, Prabowo Subianto (kiri) di Hyderabad House, New Delhi, pada 25 Januari lalu. Pada Kamis (6/2) dilaporkan bahwa India saat ini tengah menggenjot laju kerja sama pertahanan dengan Asia tenggara

NEW DELHI – India saat ini tengah menggenjot laju kerja sama pertahanan dengan Asia tenggara, sebuah kawasan yang makin dipandang penting dari sudut pandang pertahanan dan keamanan, dengan mulai dari menawarkan persenjataan kepada Indonesia hingga menjajaki produksi pertahanan bersama dengan Thailand dan Malaysia.

Hal ini sejalan dengan ambisi India yang semakin meningkat akhir-akhir ini untuk mendongkrak pengaruhnya di luar lingkungan terdekatnya di Asia selatan dan memperluas jejak globalnya.

Para analis mencatat bahwa India melihat peluang dalam meningkatkan kehadirannya melalui hubungan pertahanan dan keamanan di kawasan tempat Tiongkok telah memiliki pengaruh ekonomi dan strategis yang besar.

Karena takut akan gangguan pada pasokan pertahanan dari Russia, banyak negara Asia tenggara juga berupaya mendiversifikasi impor pertahanan mereka.

India sendiri tengah dalam pembicaraan lanjutan untuk menjual misil BrahMos dalam kesepakatan bernilai jutaan dollar kepada Vietnam dan Indonesia. BrahMos adalah misil jelajah supersonik yang dapat menyerang target berbasis laut atau darat, yang merupakan hasil kerja sama antara India dan Russia.

“Untuk memperkuat kerja sama kita di sektor pertahanan, kami telah memutuskan untuk bekerja sama di bidang manufaktur pertahanan dan rantai pasokan,” kata Perdana Menteri India, Narendra  Modi, usai pembicaraan dengan Presiden Prabowo Subianto pada 25 Januari lalu, seraya menyebut Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asean dan Indo-Pasifik.

India juga menjajaki produksi pertahanan dengan negara lain, termasuk Thailand dan Malaysia. Pada Dialog Keamanan India-Malaysia pertama pada 7 Januari, kedua negara sepakat untuk menjajaki kolaborasi industri pertahanan, yang dapat mencakup berbagai peralatan pertahanan dan kemampuan manufaktur.

Sebelumnya, pada 12 Desember, selama dialog pertahanan, India dan Thailand sepakat untuk berkolaborasi dalam produksi perangkat keras militer.

Meskipun detailnya belum dibahas secara rinci dan kesepakatan pertahanan belum disepakati, Profesor Harsh V Pant, wakil presiden bidang studi dan kebijakan luar negeri di Observer Research Foundation, lembaga pemikir yang berpusat di New Delhi, pada Kamis (6/2) lalu mencatat bahwa peluang sedang terbuka bagi India mengingat iklim ketidakpastian global.

"Dalam beberapa hal, mengingat Asia tenggara dan dunia sedang melalui fase persaingan dan persaingan AS-Tiongkok yang semakin ketat, India dengan caranya sendiri menghadirkan alternatif yang tidak terlalu kontroversial. Sebagai mitra pertahanan, India merupakan pilihan yang masuk akal dan nyaman bagi banyak negara," kata Pant.

Ia pun menambahkan bahwa kerja sama pertahanan dan keamanan adalah bidang yang dapat didorong India di Asia tenggara dalam iklim saat ini. "India, tentu saja ingin muncul sebagai jangkar penting dalam jaringan pertahanan di Asia tenggara. India ingin tetap relevan dalam geografi tempat jejak Tiongkok sangat besar. Ini adalah salah satu cara untuk melakukannya," imbuh Pant.

Seimbangkan Hubungan

Kerja sama pertahanan India dengan Asia tenggara sendiri bukanlah hal yang sepenuhnya baru, dengan hubungan di beberapa negara lebih maju dibandingkan yang lain. Misalnya, India memiliki hubungan pertahanan jangka panjang dengan Singapura, dengan kerja sama yang mencakup latihan militer dan pelatihan pasukan di India.

Pada tahun 2022, industri pertahanan India yang sedang berkembang mendapat dorongan dengan penjualan misil BrahMos ke Filipina dalam kesepakatan senilai 375 juta dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PBSI Lakukan Penataan di Skuad Ganda Putri

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
PBSI Lakukan Penataan di Sk...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

Jerman Catat Rekor Suhu Tertinggi Sepanjang Masa 41°C Saat Eropa Dilanda Gelombang Panas

29 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.