Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Dikira-kira, Begini Cara Canggih Jepang Manfaatkan AI untuk Deteksi Pohon Tumbang

📅 Senin, 29 Jun 2026, 15:58 WIB | Oleh:
Bukan Dikira-kira, Begini Cara Canggih Jepang Manfaatkan AI untuk Deteksi Pohon Tumbang Doc: AFP/YUICHI YAMAZAKI

TOKYO - Para insinyur di Jepang tengah mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi pohon yang berisiko tumbang atau menjatuhkan dahan, seiring meningkatnya ancaman terhadap keselamatan publik dari pohon tua di tepi jalan dan taman.

Semakin banyak pemerintah daerah mempertimbangkan penggunaan teknologi tersebut di tengah kekurangan tenaga ahli pohon dan arboris yang biasanya memeriksa kondisi pohon.

Saat ini sistem tersebut mengevaluasi pohon zelkova dan sakura, dengan rencana menambahkan ginkgo dan spesies lain.

Pada periode antara April 2021 hingga November 2024, tercatat sebanyak 1.732 kecelakaan terkait pohon di taman dan jalan di Jepang, dengan 110 di antaranya mengakibatkan cedera atau kematian, menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata.

Contohnya, pada September 2024 seorang pria tewas setelah dahan pohon ginkgo patah dan jatuh di jalur pejalan kaki di Hino, Tokyo barat.

Perusahaan teknologi informasi, Optim Corp., yang berkantor pusat di Tokyo bersama Kyuden Droneservice Co. di Fukuoka mengembangkan sistem AI berbasis drone untuk mendeteksi pohon mati.

Sementara itu, Sumitomo Mitsui Construction Co. mengembangkan sistem penilaian risiko pohon berbasis AI yang menganalisis foto bagian pohon mati atau membusuk melalui ponsel pintar atau tablet.

Tree AI membandingkan foto dengan puluhan ribu gambar batang dan cabang yang tersimpan, serta diagnosis dokter pohon, lalu menilai risiko tumbang dalam empat tingkat skala.

Hasilnya tersedia dalam hitungan menit dan tersimpan dalam basis data lengkap dengan lokasi pohon.

“Risiko tumbang meningkat bila pohon memiliki rongga internal atau jamur di batangnya. Sulit bagi orang awam menilai hal ini,” kata dokter pohon, Hidemi Kataoka, yang terlibat dalam pengembangan program itu.

Pemerintah daerah seperti Kizugawa di Prefektur Kyoto, Miyakonojo di Prefektur Miyazaki, serta Pemerintah Metropolitan Tokyo telah menguji sistem tersebut.

Kizugawa yang mengelola sekitar 20.000 pohon tidak mampu melakukan inspeksi rutin karena keterbatasan staf.

“Dengan AI, pemeriksaan bisa lebih efisien dan konsisten,” ujar pejabat Kizugawa.

Sekitar 20 pemerintah daerah mempertimbangkan penerapan sistem tersebut. Sumitomo Mitsui pun berencana meluncurkan layanan komersial pada tahun fiskal 2027.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

10 Event Jakarta Akhir Pekan Ini, Ada Pestapora, The Weeknd hingga JBC Fun Run

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.