Korsel dan Jepang Tegaskan Kembali Komitmen Denuklirisasi di Semenanjung Korea
📅 Senin, 29 Jun 2026, 02:46 WIB | Oleh: Berbagai SumberSEOUL – Menteri Pertahanan Korea Selatan (Korsel) dan Jepang pada Minggu (28/6) menegaskan kembali komitmen negara mereka terhadap denuklirisasi di Semenanjung Korea, meskipun Pyongyang berulang kali berjanji untuk memperluas persenjataan nuklirnya.
Pertemuan menhan kedua negara ini berlangsung setelah pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, bersumpah untuk memperkuat kemampuan pertahanan negaranya, termasuk melengkapi angkatan lautnya dengan senjata nuklir dan melanjutkan uji coba misil.
Menteri Pertahanan Korsel, Ahn Gyu-back, mengadakan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, di Seoul. Menhan Koizumi melakukan kunjungan dua hari, di mana keduanya sepakat untuk menjajaki cara-cara untuk memperdalam kerja sama pertahanan.
Seoul dan Tokyo sama-sama merupakan sekutu keamanan Amerika Serikat (AS), tetapi kerja sama antara militer mereka terhambat oleh ketegangan historis yang berasal dari pemerintahan kolonial Jepang atas Semenanjung Korea pada awal abad ke-20.
Namun kedua negara telah menegaskan kembali komitmen mereka terhadap denuklirisasi total Semenanjung Korea dan pembentukan perdamaian abadi, serta sepakat untuk melanjutkan kerja sama bilateral dan juga kerja sama trilateral antara Korsel, Jepang, dan Amerika Serikat," kata Kementerian Pertahanan Korsel dalam sebuah pernyataan yang dirilis setelah pertemuan bilateral tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertemuan itu berlangsung beberapa pekan setelah kedua negara tetangga tersebut mengadakan latihan pencarian dan penyelamatan maritim gabungan pertama mereka dalam sembilan tahun, sebuah upaya yang secara luas dipandang sebagai langkah lain menuju kerja sama pertahanan yang lebih erat.
Namun, komitmen yang diperbarui oleh kedua kepala pertahanan untuk membersihkan semenanjung dari senjata nuklir ini muncul ketika Pyongyang baru-baru ini bersumpah tidak hanya untuk mempertahankan tetapi juga untuk memperluas persenjataan nuklirnya.
Pemimpin Korut sebelumnya pada bulan Juni berjanji untuk meningkatkan kemampuan pertahanan negaranya, dengan mengutip upaya modernisasi militer oleh Korsel dan AS yang menurutnya mendorong kawasan itu ke ambang perang nuklir.
Kim Jong-un juga bersumpah bahwa negaranya akan melengkapi angkatan lautnya dengan senjata nuklir dan membangun kapal perang yang lebih besar.
Pyongyang telah berulang kali menyatakan dirinya sebagai negara nuklir yang tidak dapat diubah sejak pertemuan puncak tahun 2019 antara Kim Jong-un dan Presiden AS, Donald Trump, di Hanoi gagal karena perbedaan pendapat mengenai cakupan denuklirisasi dan pencabutan sanksi.
Korut secara teknis masih dalam keadaan perang dengan Korsel karena Perang Korea berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.
Uji Persenjataan
Sebelumnya pada Jumat (26/6) kantor berita KCNA melaporkan bahwa Kim Jong-un telah meninjau uji coba sejumlah sistem persenjataan baru, termasuk peluncur roket multilaras dan misil, yang dirancang untuk menyerang fasilitas-fasilitas utama di Korsel. Peninjauan dilakukan pada Rabu (25/6) bertepatan dengan peringatan pecahnya Perang Korea.
“Kim Jong-un mengamati uji coba sejumlah persenjataan yang dilaksanakan oleh lembaga penelitian ilmu pertahanan sebagai bagian dari rencana modernisasi kekuatan artileri dan misil dalam target pembangunan pertahanan lima tahun,” lapor KCNA.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!