IHSG Hari Ini Melemah di Tengah Ketidakpastian Dunia, Waspadai Aksi Jual Asing
📅 Senin, 29 Jun 2026, 17:28 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor di tengah eskalasi risiko geopolitik dan masih tingginya ketidakpastian arah suku bunga global.
Kondisi tersebut mendorong pergeseran alokasi dana ke aset yang dianggap lebih aman (safe haven), sehingga memicu tekanan jual di pasar saham domestik.
Ke depan, pergerakan IHSG diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh perkembangan konflik global, kebijakan bank sentral utama, serta ketahanan fundamental ekonomi Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar, inflasi, dan arus modal asing.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/6) sore, ditutup melemah 75,34 poin atau 1,28 persen ke posisi 5.820,79 seiring pelaku pasar bersikap hati-hati terhadap risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah dan arah suku bunga global.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,71 poin atau 1,83 persen ke posisi 573,01.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Mengawali pekan ini, tekanan eksternal dan internal turut menopang tekanan IHSG,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico saat dihubungi di Jakarta.
Dari mancanegara, Nico mengatakan pasar kembali memperhitungkan risiko geopolitik seiring ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran kembali memanas, yang mengancam kesepakatan perdamaian.
AS menyerang basis militer Iran pada akhir pekan, karena Iran sempat menyerang wilayah Selat Hormuz. Ketegangan itu bertambah parah setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan negara tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam unggahan Truth Social, Trump mengungkapkan pesawat AS baru saja menyerang lokasi penyimpanan rudal dan drone Iran, serta situs radar pantai, karena melanggar Perjanjian Gencatan Senjata.
Sementara itu, Iran melakukan serangan drone dan rudal terhadap Bahrain dan Kuwait sebagai tanggapan atas serangan baru AS terhadap target di Iran selatan.
Meskipun kedua pihak sepakat untuk menangguhkan serangan lebih lanjut menjelang pembicaraan perdamaian yang akan dilanjutkan pekan ini di Doha, Qatar, namun demikian ketidakpastian akan perdamaian tetap ada.
Dari data ekonomi, selama pekan ini, pelaku pasar akan mencermati data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTs) AS, pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh, data Non-Farm Payrolls (NFP) AS, tingkat pengangguran AS, PMI manufaktur China, serta inflasi Zona Euro.
"Data ekonomi AS yang dinantikan, khususnya ketenagakerjaan yang apabila hasilnya kurang baik, berpotensi memberikan tekanan kepada pasar," ujar Nico.
Dari dalam negeri, Nico mengatakan pelaku pasar terus memantau perkembangan reformasi transparansi pasar modal Indonesia, kebijakan pemerintahan, serta mencermati belum adanya aliran dana asing yang masuk (foreign inflow) secara terus-menerus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!