Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DeepSeek Sukses Ubah Citra Tiongkok dari ‘Penjiplak’ ke Inovator, Persaingan di Industri AI Kian Panas

📅 Sabtu, 08 Feb 2025, 14:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
DeepSeek Sukses Ubah Citra Tiongkok dari ‘Penjiplak’ ke Inovator, Persaingan di Industri AI Kian Panas Doc: The Conversation/Salvatore Di Nolfi/Keystone/EPA
Ket. Model kecerdasan buatan baru Deepseek-R1.

Wanning Sun, University of Technology Sydney dan Marina Yue Zhang, University of Technology Sydney

Peluncuran model kecerdasan buatan (AI) terbaru DeepSeek-R1 pada 20 Januari 2025 lalu telah mengejutkan dunia teknologi.

Tanpa banyak gembar-gembor, model AI asal Tiongkok ini berhasil dikembangkan dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan GPT-4o milik OpenAI, serta dalam waktu yang jauh lebih singkat

Seorang komentator Cina bahkan menyebut peluncuran DeepSeek ini sebagai “serangan Pearl Harbor” di dunia AI.

Meskipun penggunaan kata “serangan” mungkin terdengar berlebihan, istilah ini cukup untuk menggambarkan naiknya tensi persaingan antara Amerika Serikat dan Cina dalam perebutan dominasi di bidang AI yang selama ini didominasi oleh AS.

Pekan lalu, masyarakat Cina merayakan pencapaian saat DeepSeek meroket ke puncak App Store milik Apple dan Google di AS.

Lantas, apa arti kemunculan DeepSeek bagi persaingan AS-Tiongkok di sektor AI?

Catatan kritis atas kontrol pemerintah Cina

Pertama, keberhasilan DeepSeek memberikan pesan kuat bagi pemerintah Cina bahwa regulasi yang terlalu ketat dapat menghambat inovasi.

Hingga pertengahan 2023, perkembangan teknologi di Cina sempat tersendat oleh peraturan yang semakin ketat. Pemerintah Cina menindak keras perusahaan-perusahaan teknologi seperti Alibaba dan yang sejenis lainnya untuk mencegah penyebaran kapitalisme wirausaha yang merajalela di Cina.

Peluncuran ChatGPT pada 2023 membuka babak baru dalam pengembangan AI di Barat. Namun, bagi perusahaan teknologi di Cina, hal ini merupakan kejutan besar. Pemerintah Cina pun buru-buru mengubah pendekatan mereka dengan meyakinkan industri bahwa mereka mengakui peran penting ekonomi digital sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan melonggarkan regulasi di sektor ini.

Namun, pertanyaan besar yang masih mengganjal adalah bagaimana DeepSeek—dan perusahaan AI Cina secara umum akan menghadapi sensor.

Sejauh ini, kata-kata atau pertanyaan yang bersifat sensitif secara politik tampaknya menjadi wilayah terlarang bagi DeepSeek.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.