Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Keraton Ngayogyakarta Gelar Labuhan di Pantai Parangkusumo

📅 Kamis, 30 Jan 2025, 16:15 WIB | Oleh:
Keraton Ngayogyakarta Gelar Labuhan di Pantai Parangkusumo Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Labuhan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di Pantai Parangkusumo Parangtritis Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kamis (30/1).

BANTUL - Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar Labuhan di Pantai Parangkusumo Parangtritis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya dan sejarah berdirinya Yogyakarta.

"Yang penting labuhan ini jangan semata-mata dilihat dari kegiatannya, tapi mari generasi muda yang masih tertutup jiwanya biar introspeksi bahwa Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya itu tidak semata mata berdiri, tapi semua ada perjuangan," kata Carik Kawedanan Perintah Hageng Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT Wijoyo Pamungkas di Parangkusumo, Kamis.

Menurut dia, salah satunya ketika Panembahan Senopati membangun benteng yang mengelilingi keraton dari bahan batu bata, juga mendirikan Kompleks Makam Raja Mataram di sebelah barat Masjid Agung Kotagede, kalau tidak dibantu Kanjeng Ratu Kidul niscaya tidak berhasil.

"Yang penting lagi, itu merupakan budaya yang harus kita lestarikan, terutama generasi muda itu harus tahu. Jadi, bukan hanya membuang apa (labuhan), bukan itu, tapi ambil makna dalam labuhan itu, filosofinya," katanya.

Labuhan berasal dari kata labuh yang berarti membuang, meletakkan atau menghanyutkan. Labuhan memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai upaya panyuwunan (permohonan), atur panuwun (ucapan terima kasih), napak tilas (mengenang kembali), dan memayu hayuning bawana (memperindah dunia).

Uba rampe Labuhan Parangkusumo kali ini terdiri dalam tiga jenis wadah sesaji, yakni Pengajeng, Pendherek, dan Lorodan Ageman Dalem. Setelah didoakan, uba rampe tersebut dibawa ke bibir pantai, kemudian dilabuh ke Samudera Hindia.

"Ini suatu bentuk keikhlasan seorang raja terhadap kawula (rakyat), karena membuang (melabuh) itu bukan hanya sekadar membuang, tapi ada tujuannya, dan ini disesuaikan dengan sejarah berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat," katanya.

Sementara itu, Wakil Abdi Dalem Juru Kunci di Pemancingan Parangkusumo-Parangtritis, Surakso Trirejo mengatakan kegiatan ini merupakan hajatan membuang, menghanyutkan, menempatkan sesuatu di suatu tempat yang tempat itu ada nilai sejarahnya terkait dengan berdirinya Keraton Ngayogyakarta.

"Ini merupakan labuhan alit yang ada di pesisir kidul, kemudian ada juga di Gunung Merapi dan di Gunung Lawu. Kemudian, uba rampe yang dilabuh ada beberapa jenis, di antaranya Pengajeng, Pendherek dan Lorodan," katanya.

Dia mengatakan dari sisi makna, ini juga sebuah Hajad Dalem Labuhan yang kalau berbicara dari sisi kata, kalimat, labuhan itu melabuh yang membuang atau menghanyutkan yang ada nilai sejarahnya.

"Dari sisi lain, ada yang memaknai bahwa Hajad Dalem Labuhan ini merupakan Hamemayu Hayuning Bawana yang mengandung makna bahwa penyelarasan, penyesuaian alam semesta ini, sehingga alam akan terjaga dengan baik," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.