Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menekraf: Program Flagship Dorong Kontribusi Ekraf terhadap PDB

📅 Senin, 29 Jun 2026, 21:07 WIB | Oleh:
Menekraf: Program Flagship Dorong Kontribusi Ekraf terhadap PDB Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya memberikan keterangan pers di acara Sensus Ekonomi 2026 Sektor Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (29/6).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan program flagship Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) disiapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif (ekraf) sehingga mampu berkontribusi besar terhadap pendapatan domestik bruto (PDB).

Ia mengatakan program flagship tersebut yakni aktivasi desa kreatif, creative hub, dan creative by Indonesia yang didesain untuk mengantarkan pelaku usaha lokal naik ke level nasional dan global.

“Kita juga punya market opportunity di regional kita yang cukup besar. Jadi harapan kami adalah 17 hingga 21 subsektor (ekraf) ini dalam sekian tahun ke depan itu bisa bangkit,” katanya dalam acara Sensus Ekonomi 2026 Sektor Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin (29/6).

Berbagai peluang pekerjaan dapat tercipta bagi masyarakat melalui 17 subsektor ekraf tersebut, contohnya di modifikasi otomotif, teknologi baru seperti blockchain atau kecerdasan buatan, konten digital, hingga sulih suara, ujar dia.

Teuku Riefky mengatakan sektor ekonomi kreatif telah dipetakan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang termasuk dalam Asta Cita di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang di dalamnya juga ditujukan untuk meningkatkan lapangan kerja berkualitas.

Ia mengatakan Kemenekraf juga dimandatkan untuk terlibat dalam pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, dan juga menjadi satgas percepatan dalam mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional di bawah arahan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Riefky mengaku optimistis sektor ekonomi kreatif dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional, yang ditargetkan mencapai 8 persen di 2029. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.