Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

1% Orang Terkaya di Dunia Hasilkan Emisi Karbon Lebih Banyak Dibandingkan 66% Penduduk Miskin

📅 Senin, 20 Nov 2023, 12:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
1% Orang Terkaya di Dunia Hasilkan Emisi Karbon Lebih Banyak Dibandingkan 66% Penduduk Miskin Doc: AFP/Getty Images/BELGA MAG
Ket. Aktivis iklim Extinction Rebellion menggelar aksi protes terhadap jet pribadi di ExecuJet Aviation Group di Zaventem, dekat Bandara Brussels, Senin 13 Februari 2023.

WASHINGTON -Satu persen penduduk terkaya di dunia bertanggung jawab atas jumlah emisi karbon yang sama dengan dua pertiga penduduk termiskin di dunia, atau lima miliar orang, menurut analisis yang diterbitkan organisasi nirlaba Oxfam International, Minggu (19/11).

Meski memerangi krisis iklim merupakan tantangan bersama, tidak semua orang memiliki tanggung jawab yang sama, dan kebijakan pemerintah harus disesuaikan, kata Max Lawson, salah satu penulis laporan tersebut, kepada AFP.

"Semakin kaya Anda, semakin mudah untuk mengurangi emisi pribadi dan investasi Anda," katanya."Anda tidak memerlukan mobil ketiga, atau liburan keempat, atau Anda tidak perlu berinvestasi di industri semen."

Laporan "Kesetaraan Iklim: Planet untuk 99%", didasarkan pada penelitian yang dikumpulkan oleh Stockholm Environment Institute (SEI) dan meneliti emisi konsumsi yang terkait dengan kelompok pendapatan berbeda hingga 2019.

Laporan ini diterbitkan ketika para pemimpin dunia bersiap untuk bertemu dalam pembicaraan iklim pada KTT COP28 di Dubai akhir bulan ini.Kekhawatiran semakin meningkat bahwa membatasi pemanasan jangka panjang hingga 1,5 derajat Celcius akan menjadi mustahil untuk dicapai.

Temuan utama studi ini antara lain, satu persen orang terkaya di dunia - atau 77 juta orang - bertanggung jawab atas 16 persen emisi global yang terkait dengan konsumsi mereka.

Jumlah tersebut setara dengan 66 persen populasi terbawah berdasarkan pendapatan, atau 5,11 miliar orang.

Ambang batas pendapatan untuk menjadi salah satu dari satu persen penduduk teratas global disesuaikan berdasarkan negara dengan menggunakan paritas daya beli, misalnya di Amerika Serikat, ambang batasnya adalah 140.000 dolar AS, sedangkan di Kenya, ambang batasnya sekitar 40.000 dolar AS.

Analisis dalam negeri juga memberikan gambaran yang sangat jelas.

Misalnya, di Prancis, satu persen penduduk terkaya mengeluarkan karbon dalam satu tahun sebanyak 50 persen penduduk termiskin dalam 10 tahun.

Tidak termasuk karbon yang terkait dengan investasinya, Bernard Arnault, miliarder pendiri Louis Vuitton dan orang terkaya di Prancis, memiliki jejak karbon 1.270 kali lebih besar dibandingkan rata-rata orang Prancis.

Pesan utamanya, menurut Lawson, adalah tindakan kebijakan harus progresif.

"Kami pikir kecuali pemerintah memberlakukan kebijakan iklim yang progresif, di mana Anda melihat orang-orang yang mengeluarkan emisi terbesar diminta untuk melakukan pengorbanan terbesar, maka kita tidak akan pernah bisa mendapatkan politik yang baik dalam hal ini," katanya.

Langkah-langkah ini bisa mencakup, misalnya, pajak atas penerbangan lebih dari sepuluh kali setahun, atau pajak atas investasi non-hijau yang jauh lebih tinggi dibandingkan pajak atas investasi ramah lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

53 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

56 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.