Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Kembali Gelar Pertemuan

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 00:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Kembali Gelar Pertemuan Doc: AMIRHOSSEIN KHORGOOEI/ISNA/AFP
Ket. Kapal-kapal kargo berlayar di sepanjang Selat Hormuz.

ISTANBUL - Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat menghentikan permusuhan dan akan mengadakan pertemuan di Qatar pada Selasa (30/6) untuk membahas perselisihan terkait Selat Hormuz. 

Menurut laporan Axios pada Minggu (28/6) saling serang kembali berlangsung karena perbedaan penafsiran terhadap implementasi nota kesepahaman (MoU) yang mengakhiri perang, khususnya terkait pengaturan di Selat Hormuz.

“Kami memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas kinetik,” kata seorang pejabat senior AS, merujuk pada serangan dan operasi bersenjata lainnya.

Berdasarkan MoU tersebut, Iran berjanji mengupayakan keselamatan pelayaran kapal-kapal dagang di Selat Hormuz, sementara AS sepakat mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam pembicaraan di Swiss pekan lalu, Wakil Presiden AS JD Vance dan delegasi Iran juga sepakat membentuk jalur komunikasi langsung antara militer AS dan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran untuk mengoordinasikan pelayaran di Selat Hormuz.

Namun hingga Sabtu, jalur komunikasi tersebut dilaporkan belum beroperasi, meski Iran kembali menegaskan bahwa kapal-kapal harus berkoordinasi sebelum melintasi Selat Hormuz.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa pertemuan Selasa semula dijadwalkan berlangsung di Swiss untuk membahas program nuklir Iran. Namun, eskalasi terbaru mendorong perubahan lokasi ke Doha, Qatar, sekaligus mengalihkan fokus pembahasan ke Selat Hormuz.

Sebelumnya pada Minggu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa perundingan AS-Iran mengalami kebuntuan setelah bentrokan kembali pecah. MoU Islamabad mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.

Dokumen itu mencakup penghentian perang, pembukaan kembali Selat Hormuz, pencabutan blokade laut AS terhadap Iran, serta perundingan lanjutan mengenai program nuklir Iran.

Pencairan Dana

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Senin, mengkonfirmasi pencairan dana Iran senilai enam miliar dollar AS yang disimpan di Qatar. Aset tersebut akan dipindahkan ke Teheran.

“Sesuai dengan program yang telah dilaksanakan, sekitar enam dari 12 miliar dollar AS (sekitar 107,1 dan 214,2 triliun rupiah) dana Iran yang disimpan di Qatar akan dicairkan dan dipindahkan ke negara kami. Mengenai pengembalian dana yang tersisa, upaya sedang berjalan,” kata Pezeshkian seperti dikutip oleh kantornya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Daerah Diminta Siapkan Anggaran untuk Menangani Penyakit TBC

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Daerah Diminta Siapkan Angg...
Luar Negeri
Salah Satu PM yang Pernah A...

Putin Kunjungi Kepulauan Kuril, Jepang Meradang!

48 menit yang lalu | Lili Lestari

Luar Negeri
Putin Kunjungi Kepulauan Ku...
Megapolitan
Selesaikan Persoalan LRT Ci...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka   

Wah… Menyedihkan dan juga Memalukan, Pebulu Tangkis Indonesia Diselidiki BWF Diduga Jual Angka  

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.