Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mahasiswa ITS Ciptakan Nanopestisida Tahan Hujan dan UV

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Mahasiswa ITS Ciptakan Nanopestisida Tahan Hujan dan UV Doc: Istimewa
Ket. Proses pemantauan dan penyemprotan DNF@S-MSN-CS pada tanaman labu di lapangan.

SURABAYA - Rendahnya efektivitas pestisida dinotefuran di pasaran masih menjadi tantangan dalam sektor pertanian. Selain mudah larut oleh air hujan, paparan sinar matahari juga dapat menurunkan kinerja bahan aktif. Menyikapi hal tersebut, mahasiswa Fakultas Vokasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi DNF@S-MSN-CS smart delivery pesticide berbasis teknologi nano. 

Peneliti DNF@S-MSN-CS, Putri Mulia Hafiy Dzikrullah memaparkan bahwa pestisida jenis dinotefuran masih memiliki sejumlah keterbatasan. Selain mudah rusak akibat paparan sinar UV, pestisida juga rentan tercuci oleh air hujan sehingga mengurangi efektivitasnya. “Kondisi tersebut diperparah dengan pelepasan bahan aktif yang cenderung berlangsung secara tidak terkontrol,” urai Fide, sapaan akrabnya.

Sebagai jawaban akan tantangan tersebut, DNF@S-MSN-CS memodifikasi bahan aktif pestisida di pasaran dengan formulasi nano. Fide menyebutkan bahwa salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah penggunaan kitosan sebagai coating serta silika sebagai pembawa bahan aktif. “Struktur ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap paparan UV dan air hujan,” lanjut mahasiswa Departemen Teknik Kimia Industri (DTKI) ITS ini.

Selain itu, lanjut Fide, bentuk formulasi dibuat dalam partikel halus menyerupai pasir. Menurut Fide, hal ini memungkinkan distribusi bahan aktif lebih merata dan lebih melekat di tanaman. Dengan pendekatan ini, satu kali penyemprotan dapat memberikan efektivitas yang lebih optimal dibandingkan formulasi konvensional. 

Kepala Seksi Pelayanan Teknis Unit Pelaksana Teknis (UPT) Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur Ari Ika Sari SP MAgr menyampaikan antusiasmenya terhadap inovasi ini. Ia menilai inovasi tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan pestisida. “Minimnya penggunaan pestisida tentu dapat mengurangi dampak terhadap lingkungan,” ungkap Ari.

Selain untuk pestisida, Ari menilai teknologi nano memiliki peluang pemanfaatan yang lebih luas di sektor pertanian. Ari menjelaskan bahwa konsep serupa berpotensi diterapkan pada agen pengendali hayati hingga zat pengatur tumbuh tanaman. Dengan pengembangan smart nano pesticide delivery system tersebut, diharapkan dapat lahir solusi pengendalian hama yang lebih efisien sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan. 

Sementara itu, dosen pembimbing penelitian Nurul Faizah menyampaikan bahwa pengembangan inovasi tersebut juga sejalan dengan identitas pendidikan vokasi yang menekankan penerapan ilmu. Faizah, sapaan akrabnya, berharap penelitian ini tidak berhenti pada tahap laboratorium saja, melainkan dapat dilanjutkan menuju uji komersial. “Hal ini bertujuan supaya hasil riset dapat benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” harap dosen DTKI ITS ini. 

Tak hanya meningkatkan efektivitas pengendalian hama, teknologi ini juga berpotensi mengurangi dampak penggunaan bahan kimia terhadap lingkungan. Hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12 tentang Produksi dan Konsumsi yang Bertanggungjawab serta poin ke-15 tentang Ekosistem Daratan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Jakarta Mesti Jadi Ruang Penuh Ide bagi Anak-anak

13 menit yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Mesti Jadi Ruang Pe...
Nasional
Otorita Gunakan  IKNOW untu...
Nasional
Perpres Ojol Ditargetkan Ra...
Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.