Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penggunaan Kompos untuk Mengurangi Ketergantungan Pupuk Kimia

📅 Senin, 29 Jun 2026, 23:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penggunaan Kompos untuk Mengurangi Ketergantungan Pupuk Kimia Doc: Antara
Ket. Bupati Aceh Timur Iskandar Usman pada pelatihan pupuk cair organik di Kabupaten Aceh Timur, Senin (29/6/2026).

Banda Aceh - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur mendorong petani di daerah itu menggunakan kompos atau pupuk organik guna mengurangi penggunaan pupuk kimia.

"Kami terus mendorong petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dengan menggunakan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik juga dapat menekankan biaya produksi pertanian," kata Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Alfarlaky pada pelatihan pupuk cair organik klaster pangan di Aceh Timur, Senin.

Ia mengatakan pengguna pupuk organik dapat menekan biaya produksi. Penggunaan pupuk organik juga menghasilkan komoditas pertanian yang sehat dengan produksi dapat lebih meningkatkan lagi.

Oleh karena itu, Iskandar Usman mengharapkan pelatihan pembuatan pupuk organik tersebut memberi manfaat nyata bagi petani, sehingga bisa menghasilkan pupuk sendiri, sehingga mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

"Kami berharap pelatihan ini menghasilkan petani yang mampu membuat pupuk organik cair yang dapat digunakan sendiri untuk pertanian, sehingga bisa memberi nilai tambah secara ekonomi," kata Iskandar Usman Alfarlaky.

Bupati mengatakan kondisi sektor pertanian di Kabupaten Aceh Timur masih menghadapi berbagai tantangan. Apalagi bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 menyebabkan banyak areal pertanian di Kabupaten Aceh Timur mengalami kerusakan.

Tidak hanya areal pertanian, kata dia, jaringan irigasi untuk pengairan persawahan juga mengalami kerusakan. Kerusakan jaringan irigasi tersebut menghambat aktivitas tanam petani.

"Pemkab Aceh Timur terus berupaya mengatasi kondisi sektor pertanian tersebut. Dukungan pemerintah pusat dan provinsi dibutuhkan untuk memulihkan sektor pertanian di Kabupaten Aceh Timur pascabencana," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Daerah
Pengiriman Udang Diperketat...
Ekonomi
Karhutla Mengganas, Ekonomi...

Angin Kencang Jadi Cobaan Water Bombing Karhutla Gunung Semeru

13 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Angin Kencang Jadi Cobaan W...
Nasional
PWI Tegaskan Tetap Sebagai ...
Daerah
Kafilah Jateng Siap Tampil ...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.