Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rubio dan Vance Bahas Pembentukan Badan Pengawas Gencatan Senjata dengan Presiden Lebanon

📅 Rabu, 24 Jun 2026, 00:01 WIB | Oleh:
Rubio dan Vance Bahas Pembentukan Badan Pengawas Gencatan Senjata dengan Presiden Lebanon Doc: Istimewa
Ket. Empat putaran pembicaraan Lebanon-Israel sejak April gagal menghasilkan gencatan senjata yang langgeng, meskipun jeda terlama dalam pertempuran terjadi setelah Iran dan AS menyepakati nota kesepahaman yang menghentikan pertempuran di semua lini.

BEIRUT - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio dan Wakil Presiden JD Vance berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun melalui telepon hari ini, membahas, antara lain, implementasi badan pemantau gencatan senjata , demikian yang diunggah kantor presiden Lebanon di X.

Dari The Guardian, Rubio dan Vance mengatakan kepada Aoun bahwa saat ini sedang dilakukan studi untuk pembentukan badan tersebut, kata kantor presiden Lebanon.

Panggilan telepon itu terjadi setelah tentara Israel menembak dan membunuh dua orang di Lebanon selatan – sebuah serangan yang menurut Hizbullah melanggar perjanjian gencatan senjata. Di Telegram, Pasukan Pertahanan Israel mengatakan tentaranya telah menyerang "teroris bersenjata" yang menimbulkan ancaman langsung bagi tentara Israel, tetapi Hizbullah mengatakan bahwa tentara tersebut telah menembak warga sipil.

Israel dan Lebanon memulai putaran kelima pembicaraan pada hari Selasa di Washington, dengan para pejabat Lebanon bersikeras bahwa negosiasi tatap muka dengan Israel adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri perang yang dimulai pada 2 Maret, ketika Hizbullah yang didukung Iran menembaki Israel untuk mendukung Iran dan memicu serangan udara dan darat Israel yang telah menewaskan lebih dari 4.000 orang dan menyebabkan setidaknya 1,2 juta orang mengungsi, menurut laporan Reuters.

Empat putaran pembicaraan Lebanon-Israel sejak April gagal menghasilkan gencatan senjata yang langgeng, meskipun jeda terlama dalam pertempuran terjadi setelah Iran dan AS menyepakati nota kesepahaman yang menghentikan pertempuran di semua lini.

Sebelumnya, Aoun telah memperingatkan bahwa Lebanon "tidak akan menerima apa pun selain diakhirinya pendudukan Israel" di Lebanon selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

19 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.