Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Penjarakan Pelatih Timnas 20 Tahun Penjara atas Tuduhan Korupsi

📅 Jumat, 13 Des 2024, 20:15 WIB | Oleh:
Tiongkok Penjarakan Pelatih Timnas 20 Tahun Penjara atas Tuduhan Korupsi Doc: Istimewa
Ket. Pelatih Tiongkok, Li Tie terlihat menjelang pertandingan Kualifikasi Piala Dunia Qatar 2022 zona Asia antara Tiongkok dan Oman, di Stadion Sepak Bola Sharjah di Emirat, pada 11 November 2021.

BEIJING - Tiongkok pada hari Jumat (13/12), memenjarakan mantan bintang Liga Primer dan pelatih nasional pria, Li Tie, selama 20 tahun karena penyuapan, menjerat salah satu tokoh sepak bola teratas di negara itu dalam tindakan keras pemerintah terhadap korupsi dalam olahraga.

Dikutip dari The Daily Star, Presiden Xi Jinping telah melancarkan kampanye gencar melawan korupsi resmi yang mengakar sejak berkuasa lebih dari satu dekade lalu.

Otoritas antikorupsi mengincar industri olahraga pada tahun 2022 dan telah mengumumkan serangkaian hukuman bagi mantan pengurus sepak bola minggu ini.

Dalam kasus yang paling menonjol hingga saat ini, pengadilan di provinsi Hubei bagian tengah mengatakan pada hari Jumat bahwa Li telah dijatuhi hukuman "penjara jangka tetap selama 20 tahun" setelah dinyatakan bersalah atas serangkaian pelanggaran yang berkaitan dengan memberi dan menerima suap.

Pria berusia 47 tahun itu adalah salah satu nama besar sepak bola Tiongkok, menjabat sebagai pelatih tim nasional dari Januari 2020 hingga Desember 2021, setelah mencatat hampir 100 caps internasional dan bermain sebagai gelandang untuk klub Liga Primer Inggris, Everton.

Namun lembaga penyiaran pemerintah, Central Television (CCTV), mengatakan, ia menggunakan statusnya sebagai pelatih Tiongkok untuk meraup suap hampir 51 juta yuan (7 juta dollar AS) sebagai imbalan untuk memilih pemain untuk tim nasional atau membantu mereka menandatangani kontrak dengan klub.

"Li juga meminta orang lain untuk membantunya menjadi pelatih nasional pada tahun 2019 dan menyerahkan satu juta yuan kepada orang yang tidak disebutkan namanya pada tahun berikutnya," kata CCTV.

Selama masa jabatannya di klub Liga Super Tiongkok yang sekarang sudah tidak ada lagi, Wuhan Zall, Li juga berkolusi dengan para pimpinan klub untuk memberikan suap dalam upaya mengamankan pekerjaan di tim nasional, kata penyiar tersebut.

Dokumen itu juga memuat tuduhan lain bahwa Li dan klub-klub sebelumnya telah membayar suap senilai jutaan dolar untuk menyegel transfer pemain dan mengatur hasil pertandingan sejak tahun 2015.

Foto Li yang dipublikasikan CCTV menunjukkan olahragawan yang dipermalukan itu berada di gedung pengadilan, mengenakan sweter berkerudung hitam dan diapit oleh dua petugas polisi.

Sistem hukum Tiongkok dikontrol ketat oleh Partai Komunis yang berkuasa dan pengadilan memiliki tingkat hukuman hampir 100 persen dalam kasus pidana.

Keyakinan Li tampak pasti setelah dia mengaku bersalah awal tahun ini karena menerima suap lebih dari 10 juta dollar AS.

Ia juga tampil dalam film dokumenter yang ditayangkan oleh CCTV pada bulan Januari tentang korupsi yang merajalela di sepak bola Tiongkok.

CCTV kadang-kadang menayangkan pengakuan tersangka kriminal sebelum mereka muncul di pengadilan, sebuah praktik yang dikutuk secara luas oleh kelompok hak asasi manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
Luar Negeri
Polandia Pulangkan Paksa 18...

Krisis Kemanusiaan Sudan Masuk Fase Paling Kritis

56 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Krisis Kemanusiaan Sudan Ma...
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.