Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lubang Gravitasi Disebabkan oleh Kematian Samudra Hindia Purba?

📅 Jumat, 29 Nov 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Dalam laporan tersebut, para ilmuwan berhipotesis bahwa lubang di Samudra Hindia tersebut dibentuk oleh gumpalan magma yang berasal dari dalam planet. Anomali tersebut telah membingungkan para ahli geologi sejak lama.

Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Institut Sains India di Bengaluru, India, telah menemukan apa yang mereka yakini sebagai penjelasan yang kredibel disebabkan oleh gumpalan magma yang berasal dari dalam planet, seperti yang menyebabkan terbentuknya gunung berapi.

Untuk sampai pada hipotesis ini, tim tersebut menggunakan superkomputer untuk mensimulasikan bagaimana area tersebut dapat terbentuk, yang terjadi hingga 140 juta tahun yang lalu. Temuan tersebut, yang dirinci dalam sebuah studi yang diterbitkan baru-baru ini di jurnal Geophysical Research Letters, berpusat di sekitar lautan purba yang sudah tidak ada lagi.

Gumpalan magma dinilai hal wajar. Selama ini manusia terbiasa menganggap Bumi berbentuk bulat sempurna. Padahal menurut para peneliti hal itu jauh dari kebenaran. “Bumi pada dasarnya adalah kentang yang menggumpal,” kata salah satu penulis studi Attreyee Ghosh, seorang ahli geofisika dan profesor madya di Pusat Ilmu Bumi di Institut Sains India, dikutip dari CNN.

“Jadi secara teknis, Bumi bukanlah bola, melainkan yang kita sebut elipsoid, karena saat planet berputar, bagian tengahnya menonjol keluar. Planet kita tidak homogen dalam kepadatan dan sifat-sifatnya, dengan beberapa area lebih padat daripada yang lain hal itu memengaruhi permukaan Bumi dan gravitasinya,” papar Ghosh.

“Jika Anda menuangkan air ke permukaan Bumi, level yang diambil air disebut geoid, dan itu dikendalikan oleh perbedaan kepadatan dalam material di dalam planet, karena mereka menarik permukaan dengan cara yang sangat berbeda tergantung pada seberapa banyak massa yang ada di bawahnya,” ucap dia.

“Lubang gravitasi di Samudra Hindia secara resmi disebut geoid rendah Samudra Hindia  adalah titik terendah dalam geoid itu dan anomali gravitasi terbesarnya, membentuk depresi melingkar yang dimulai tepat di ujung selatan India dan mencakup sekitar 3 juta kilometer persegi.

Sebaiknya Anda baca juga:

Anomali ini ditemukan oleh ahli geofisika Belanda Felix Andries Vening Meinesz pada tahun 1948, selama survei gravitasi dari sebuah kapal, dan masih menjadi misteri. “Ini adalah titik terendah terbesar di geoid, dan belum dijelaskan dengan benar,” kata Ghosh.

Untuk menemukan jawaban yang mungkin, Ghosh dan rekan-rekannya sepakat menggunakan model komputer untuk memutar balik waktu 140 juta tahun untuk melihat gambaran besarnya, secara geologis.  hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Megapolitan
Buka Workshop PAUD, Pramono...
Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda   

Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda  

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.