Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lubang Gravitasi Disebabkan oleh Kematian Samudra Hindia Purba?

📅 Jumat, 29 Nov 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Lubang Gravitasi Disebabkan oleh  Kematian Samudra  Hindia Purba? Doc: Wikimedia Commons

Di Samudra Hindia terdapat lubang gravitasi berupa lekuk terdalam di medan gravitasi Bumi yang menyebabkannya permukaan laut lebih rendah daripada di tempat lain di Bumi.

1732806691_aba62719514dd58923ec.jpg

Foto: NOAA/AFP

Sebuah misteri yang ada di Samudra Hindia adalah adanya lubang gravitasi (gravity hole). Hal ini menurut para ilmuwan terjadi karena berkurang massa Bumi di tempat tersebut yang menyebabkan tarikan gravitasi lemah dan permukaan laut lebih rendah dari rata-rata.

Lalu apa penyebab gravitasi di tempat itu melemah? Teka-teki ini baru saja mulai dipecahkan oleh para ilmuwan. Menurut laporan yang dipublikasikan dalam dalam jurnal Geophysical Research Letters, lubang gravitasi Samudra Hindia adalah lokasi lekuk terdalam di medan gravitasi Bumi.

Sebaiknya Anda baca juga:

Lubang gravitasi merupakan wilayah samudra dengan bentuk menyerupai lingkaran. Tarikan gravitasi di wilayah ini dikenal yang sangat lemah, membuat permukaan air laut di sana 348 kaki atau 106 meter lebih rendah daripada di tempat lain di Bumi.

Ditemukan pada tahun 1948, asal-usul lubang gravitasi raksasa ini atau geoid low, secara teknis disebut tetap menjadi misteri hingga saat ini. Lubang tersebut membentang seluas 3,1 juta kilometer persegi dan terletak 1.200 kilometer di barat daya India.

Geoid adalah bidang ekuipotensial medan gaya berat Bumi yang berimpit dengan muka laut rata-rata global, yang digunakan sebagai bidang acuan untuk penentuan posisi vertikal atau tinggi suatu titik di permukaan Bumi.

Berbagai teori telah mencoba menjelaskan keberadaannya sejak ahli geofisika pertama kali mendeteksi keberadaannya. Penjelasan baru terkait lubang gravitasi muncul pada tahun 2023. Para peneliti menggunakan 19 model komputer untuk mensimulasikan gerakan mantel Bumi dan lempeng tektonik selama 140 juta tahun terakhir. Kemudian diungkapkan skenario yang memunculkan geoid low yang mirip dengan yang ada di kehidupan nyata.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa lubang gravitasi Samudra Hindia terbentuk setelah matinya samudra purba bernama Tethys, yang berada di antara superbenua Laurasia dan Gondwana. Tethys terletak di bongkahan kerak Bumi yang bergeser di bawah lempeng Eurasia selama pecahnya Gondwana 180 juta tahun yang lalu. Saat ini terjadi, pecahan kerak yang hancur tenggelam jauh ke dalam mantel.

Sekitar 20 juta tahun yang lalu, saat pecahan-pecahan ini mendarat di wilayah paling bawah mantel, mereka memindahkan material berdensitas tinggi yang berasal dari “gumpalan Afrika” gelembung padat magma yang mengkristal, 100 kali lebih tinggi dari Gunung Everest, yang terperangkap di bawah Afrika.

Gumpalan magma berdensitas rendah naik untuk menggantikan material padat, mengurangi massa keseluruhan wilayah tersebut dan melemahkan gravitasinya. Para ilmuwan belum mengkonfirmasi prediksi model ini dengan data gempa bumi, yang dapat membantu memverifikasi keberadaan gumpalan berdensitas rendah di bawah lubang tersebut.

Sementara itu, para peneliti semakin menyadari bahwa magma Bumi penuh dengan gumpalan aneh, termasuk beberapa yang dianggap hilang dan muncul di tempat yang tak terduga. Bukan hanya Bumi, eksplorasi Mars juga telah mengungkap gumpalan berbagai bentuk dan ukuran yang mengintai di bawah permukaan planet tersebut.

Gumpalan Magma

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Megapolitan
Buka Workshop PAUD, Pramono...
Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda   

Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda  

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.