Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Butuh Aksi Kolektif Lebih Adil untuk Atasi Perubahan Iklim

📅 Senin, 18 Nov 2024, 01:00 WIB | Oleh:
Butuh Aksi Kolektif Lebih Adil untuk Atasi Perubahan Iklim Doc: antara
Ket. Pemanasan Global

JAKARTA – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menyerukan aksi kolektif yang lebih adil untuk mengatasi tantangan perubahan iklim saat Parliamentary Meeting on 29th United Nations Climate Cange Conference COP29 di Baku, Azerbaijan.

"Pendekatan inovatif diharapkan dapat mempercepat transisi menuju keberlanjutan dan melindungi negara berkembang dari dampak terburuk perubahan iklim. Tanggung jawab bersama harus dibarengi dengan kontribusi yang proporsional,” kata Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Ravindra Airlangga, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (17/11).

Seperti dikutip dari Antara, hal tersebut disampaikan Ravindra dalam sesi Unpacking the Global Climate Finance Architecture: Mobilizing Resources and Streamlining Access to Climate Change di COP29 di Azerbaijan.

Menurut anggota Komisi IX DPR ini, komitmen itu dibutuhkan untuk mempercepat transisi keberlanjutan dan melindungi negara berkembang dari dampak buruk perubahan iklim.

Ravindra mengapresiasi komitmen pendanaan iklim dari negara-negara maju yang dinaungi oleh United Nations Framework on Climate Change Conference(UNFCCC). Menurutnya, hal ini menjadi penting untuk digaungkan dan dilaksanakan.

Paling Terdampak

Dia menekankan urgensi pendanaan bagi negara berkembang sebagai pihak yang paling terdampak dari perubahan iklim. Meskipun, menurutnya, kontribusi emisi relatif kecil.

"Sebanyak 79 persen emisi CO2 global secara historis berasal dari segelintir negara maju, sementara negara berkembang menjadi pihak yang paling merasakan dampak buruk perubahan iklim,” ujar Ravindra.

Ravindra menyebut berdasarkan proyeksi Postdam Institute of Climate Change, kerugian akibat perubahan iklim dapat mencapai hampir setengah dari PDB dunia pada 2050. Dalam kondisi itu, dia menegaskan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi.

Disebutkan berdasarkan Global Climate Atlas, Indonesia menyumbang 1,7 persen dari total emisi global pada 2021.

"Indonesia berkomitmen melalui Nationally Determined Contribution (NDC) mengurangi emisi sebesar 31,89 persen secara mandiri dan hingga 43,2 persen dengan dukungan pendanaan internasional," ujar Ravindra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Lulusan SMK Diatasi dengan Membuka Bursa Kerja Khusus

13 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Lulusan SMK Diatasi dengan ...
Megapolitan
Kebakaran PTA Jatiwaringin ...

Dalam Kegiatan OTT Bupati Langkat, KPK Mendapat Uang Juga

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dalam Kegiatan OTT Bupati L...

Untuk Menjaga Perbatasan, TNI-Polri Harus Menjaga Keakraban

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Untuk Menjaga Perbatasan, T...
Megapolitan
Seniman Enam Negara Ramaika...
Megapolitan
Pembuatan Eco Enzyme secara...
Event Jakarta Akhir Pekan 2-3 Juli: Dari Jakarta X Beauty hingga Jakarta Fair 2026

Event Jakarta Akhir Pekan 2-3 Juli: Dari Jakarta X Beauty hingga Jakarta Fair 2026

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.