Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hardjuno: Evaluasi Latsar SPPI Harus Berujung pada Reformasi Sistem Keselamatan

📅 Selasa, 30 Jun 2026, 21:54 WIB | Oleh:
Hardjuno: Evaluasi Latsar SPPI Harus Berujung pada Reformasi Sistem Keselamatan Doc: Foto: Instagram/@kolatkoarmada1
Ket. Peserta Diklat SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih, Juni 2026.

JAKARTA — Pengamat Hukum dan Pembangunan Hardjuno Wiwoho menilai keputusan Kementerian Pertahanan (Kemhan) menghentikan format lama Latihan Dasar (Latsar) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih merupakan langkah yang tepat. Namun, menurutnya, evaluasi tersebut harus menjadi momentum membangun sistem keselamatan yang lebih kuat, bukan sekadar mengganti format pelatihan.

"Kemhan patut diapresiasi karena cepat merespons dengan mengevaluasi dan menghentikan format lama. Tetapi substansi yang lebih penting adalah memastikan kejadian serupa tidak terulang. Lima nyawa yang telah hilang harus menjadi pelajaran berharga dalam memperbaiki tata kelola program negara," kata Hardjuno, Selasa (30/6/2026).

Menurut Hardjuno, penyempurnaan program tidak cukup hanya pada perubahan pola latihan. Pemerintah juga perlu mengevaluasi proses skrining kesehatan peserta, standar keselamatan kegiatan, kesiapan tenaga medis, prosedur penanganan keadaan darurat, hingga mekanisme pengawasan selama pelatihan berlangsung.

Ia menilai praktik di berbagai negara menunjukkan bahwa setiap insiden serius dalam program pelatihan negara selalu menjadi momentum memperkuat sistem. Di Singapura, misalnya, kematian seorang peserta latihan akibat heat stroke mendorong pemerintah melakukan penyelidikan menyeluruh, menghentikan sementara kegiatan latihan, serta memperbaiki standar keselamatan. Di Inggris, insiden serupa juga berujung pada evaluasi kelembagaan dan pembaruan prosedur keselamatan.

"Negara-negara maju tidak berhenti pada mencari penyebab kematian, tetapi memperbaiki sistem agar risiko yang sama tidak terulang. Pendekatan seperti inilah yang perlu menjadi acuan Indonesia sehingga evaluasi menghasilkan perubahan yang benar-benar dirasakan," ujarnya.

Hardjuno juga menyambut baik munculnya perhatian DPR terhadap peristiwa tersebut. Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh meminta pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan Latsar SPPI dan melakukan evaluasi menyeluruh menyusul meninggalnya lima peserta.

Menurut Hardjuno, karena peserta SPPI merupakan warga sipil yang dipersiapkan menjadi pengelola koperasi, kurikulum pelatihan juga perlu lebih menitikberatkan pada kepemimpinan, tata kelola organisasi, manajemen, dan pemberdayaan masyarakat. "Pembentukan karakter tetap penting, tetapi keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. Keberhasilan sebuah program negara bukan hanya diukur dari target yang tercapai, tetapi juga dari kemampuan negara melindungi setiap warga yang mengikutinya," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
Nasional
TNI Harus Adaptif Hadapi  A...
Advertisement
Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Modal Kuat Skuad Garuda Arungi Piala Asia 2027

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Desak dan 0,002 Detik yang Bersejarah
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.