Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Portugal vs Kroasia: Duel Hidup Mati Ronaldo dan Modric di Piala Dunia 2026

📅 Kamis, 02 Jul 2026, 18:05 WIB | Oleh:
Portugal vs Kroasia: Duel Hidup Mati Ronaldo dan Modric di Piala Dunia 2026 Doc: ESPN
Ket. Duel Portugal melawan Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling emosional. Laga yang berlangsung pada Kamis itu berpotensi menjadi penampilan terakhir dua ikon sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric, di ajang Piala Dunia.

JAKARTA - Duel Portugal melawan Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 dipastikan menjadi salah satu pertandingan paling emosional. Laga yang berlangsung pada Kamis itu berpotensi menjadi penampilan terakhir dua ikon sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric, di ajang Piala Dunia.

Gelandang Portugal, Vitinha, menyebut Ronaldo dan Modric sebagai dua legenda yang telah memberikan warna besar bagi sepak bola dunia. Meski mengaku mengagumi keduanya, ia berharap Portugal mampu melangkah ke babak berikutnya sehingga perjalanan Modric di Piala Dunia harus berakhir.

"Saya mendapat kehormatan berbagi ruang ganti dan kehidupan sehari-hari dengan Cristiano. Itu adalah sebuah kebanggaan. Saya juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Luka Modric. Dari sedikit yang saya lihat, dia tampak sebagai pribadi yang sangat baik. Namun besok salah satu perjalanan itu harus berakhir, dan saya berharap itu adalah perjalanan Luka Modric," ujar Vitinha.

Ronaldo yang kini berusia 40 tahun dan Modric yang telah menginjak usia 41 tahun diperkirakan menjalani Piala Dunia terakhir dalam karier mereka. Keduanya telah tampil dalam total 47 pertandingan Piala Dunia dan mengoleksi enam trofi Ballon d'Or, dengan Ronaldo meraih lima gelar serta Modric satu penghargaan.

Kedua pemain juga pernah menjadi rekan setim di Real Madrid pada periode 2012 hingga 2018. Selama enam musim bersama, mereka sukses mempersembahkan empat gelar Liga Champions dan menjadi bagian penting dalam salah satu era paling sukses klub asal Spanyol tersebut.

Pelatih Portugal Roberto Martinez menilai usia bukan lagi ukuran utama dalam menilai kualitas pemain. Menurutnya, Ronaldo maupun Modric tetap mampu memberikan kontribusi besar di dalam maupun di luar lapangan berkat pengalaman dan kepemimpinan mereka.

"Ketahanan mereka di dunia sepak bola membuat mereka istimewa. Hal yang sama berlaku untuk kapten kami. Siapa pun yang berbicara soal usia, usia hanyalah angka. Yang terpenting adalah apa yang mereka lakukan dan contoh yang mereka berikan di ruang ganti," kata Martinez.

Meski masih menjadi figur penting, statistik menunjukkan kontribusi kedua pemain mulai mengalami penurunan. Ronaldo telah bermain selama 270 menit bersama Portugal dengan torehan dua gol, tetapi belum menciptakan peluang bagi rekan setimnya sepanjang turnamen.

Di sisi lain, Modric telah tampil selama 229 menit bersama Kroasia dengan catatan satu assist dan lima peluang tercipta. Namun kontribusi bertahannya dinilai tidak lagi sebesar pada turnamen-turnamen sebelumnya.

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic menilai pertarungan di lini tengah akan menjadi faktor penentu dalam pertandingan tersebut. Portugal memiliki deretan gelandang berkualitas seperti Vitinha, Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Joao Neves, dan Ruben Neves, sedangkan Kroasia mengandalkan kombinasi pengalaman Modric, Mateo Kovacic, serta talenta muda Petar Sucic.

"Itu pasti akan menjadi pertarungan besar. Di situlah kemungkinan besar pertandingan akan ditentukan. Portugal memainkan sepak bola teknis yang sangat baik sehingga kami harus berhati-hati. Kami tidak boleh melakukan kesalahan karena setiap kesalahan akan dihukum," ujar Dalic.

Martinez menilai Portugal kini memasuki fase berbeda setelah menyelesaikan babak penyisihan grup. Menurutnya, tiga pertandingan sebelumnya menjadi bekal penting sebelum memasuki fase gugur yang disebutnya sebagai "Piala Dunia kedua".

Sementara itu, Vitinha menegaskan Portugal harus tampil lebih kompak agar mampu mengatasi Kroasia. Ia menilai permainan kolektif akan menjadi kunci utama untuk membawa Selecao das Quinas melangkah ke babak selanjutnya.

"Peningkatan terbesar harus datang secara kolektif. Ketika tim tidak berfungsi secara kolektif, tidak ada individu yang dapat mengatasinya. Kami harus fokus memperbaiki dinamika permainan menyerang maupun bertahan," ujar Vitinha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Menko PM Sebut Ekonomi Krea...
Megapolitan
Polda Metro Jaya Bongkar Si...
Megapolitan
BMKG: Hujan Buatan Tak Bisa...
MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

MK Tolak Pilkada Lewat DPRD, Rakyat Tetap Pilih Langsung

02 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.