Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penyelidikan Penembakan Pilot AMA Air: TNI Kejar Kelompok Pimpinan Elkius Kobak

📅 Jumat, 03 Jul 2026, 13:50 WIB | Oleh:
Penyelidikan Penembakan Pilot AMA Air: TNI Kejar Kelompok Pimpinan Elkius Kobak Doc: ANTARA
Ket. Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyerahkan jenazah pilot pesawat PT AMA Air dengan registrasi PK-RCY berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goseli, kepada pihak keluarga dan maskapai pada Jumat (3/7).

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyerahkan jenazah pilot pesawat PT AMA Air dengan registrasi PK-RCY berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goseli, kepada pihak keluarga dan maskapai pada Jumat (3/7). Penyerahan dilakukan setelah proses evakuasi dari lokasi penembakan di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, berhasil dilaksanakan.

Evakuasi jenazah dipimpin pasukan TNI di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa ke Rumah Sakit TNI AD Timika untuk menjalani proses pemulasaran sebelum diserahkan kepada keluarga dan pihak maskapai.

Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menjelaskan bahwa proses evakuasi berjalan sesuai rencana. Ia memastikan seluruh tahapan dilakukan dengan mengutamakan keamanan personel serta kelancaran proses penanganan jenazah.

"Alhamdulillah, jenazah sudah berhasil dievakuasi oleh pasukan TNI di bawah kendali Kogabwilhan III pada hari Jumat tanggal 3 Juli 2026 pukul 08.00 WIT, dan saat ini sedang dilakukan pemulasaran jenazah di Rumah Sakit TNI AD Timika. Selanjutnya jenazah akan kami serahkan kepada pihak keluarga dan AMA," kata Letjen TNI Lucky Avianto.

Di sisi lain, aparat TNI masih terus melakukan operasi pengejaran terhadap kelompok yang diduga menjadi pelaku penembakan. Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari pengumpulan informasi di lapangan hingga proses identifikasi terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Menurut Lucky, hasil penyelidikan awal mengarah pada dugaan keterlibatan kelompok yang dipimpin Elkius Kobak. Ia juga menyebut peristiwa tersebut diklaim oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.

"Peristiwa ini dilakukan oleh kelompok pimpinan Elkius Kobak, dan dengan bangganya diakui oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, adalah wujud nyata dari paradoks pembangunan daerah dan masyarakat di ufuk timur Indonesia," ujar Lucky.

TNI menegaskan akan terus melakukan tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku untuk mengejar para pelaku. Operasi yang dilakukan disebut tetap berpedoman pada aturan pelibatan atau Rules of Engagement (ROE) dengan tetap memperhatikan aspek hukum dan hak asasi manusia.

"Berdasarkan undang-undang serta peraturan yang berlaku, kami dapat mengambil langkah tegas berdasarkan Rules of Engagement (ROE), untuk memastikan tindakan tegas terukur yang kami lakukan tetap menjunjung tinggi hukum dan HAM," tegas Lucky.

Insiden penembakan tersebut terjadi pada Kamis (2/7) sekitar pukul 06.50 WIT. Pesawat PT AMA Air yang lepas landas dari Bandara Wamena dilaporkan mendarat di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, sekitar pukul 06.46 WIT sebelum mendapat serangan bersenjata.

Akibat serangan tersebut, pesawat mengalami kebakaran dan pilot Nicholas F. Goseli meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terkena tembakan. Hingga kini aparat keamanan masih melakukan penyelidikan sekaligus pengejaran terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perilaku Manusia Harus Diubah Jika Ingin Bebas Sampah

15 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Perilaku Manusia Harus Diub...
Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

Manusia Tak Beradab, Penyembelih Binatang Superlangka, Tapir, Harus Dihukum Berat

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.