Kebakaran PTA Jatiwaringin Belum Teratasi, Masih Terus Diupayakan Pemadaman
📅 Jumat, 03 Jul 2026, 13:33 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
TANGERANG – Kebakaran TPA Jatiwaringin hingga kini belum mampu diatasi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan baru 30 persen dari luasan area kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, mulai padam dan terkendali pada Jumat (3/7).
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan di Tangerang, Jumat, mengatakan memasuki hari ke-4 operasi pengendalian kedaruratan di TPA Jatiwaringin, pengoptimalan dua armada helikopter water bombing masih dilakukan sebagai mempercepat pemadaman.
"Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya enggak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan itu pada saat dari pagi, siang, malam," jelasnya.
Dalam memaksimalkan pengendalian kebakaran ini pihaknya juga telah mengerahkan 18 armada pemadam kebakaran (damkar) untuk menyisir titik-titik api yang belum terjangkau oleh pembom air.
"Jadi sudah hari keempat, kami sudah mendatangkan dua unit helikopter water bombing, termasuk juga ada 18 pemadam kebakaran," katanya.
Meski demikian ada 30 persen area yang terbakar berhasil dipadamkan. Namun petugas di lapangan masih terhambat oleh kondisi angin yang cukup kencang, sehingga menjadi tantangan utama petugas untuk mengendalikan kebakaran.
Untuk mempercepat penanganan, kata dia, sebanyak 30 personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) akan dilibatkan dalam upaya percepatan pemadaman dengan menerapkan metode inject.
"Jadi sistem inject ini nanti dibuat pipa. Nanti pipa itu dibolongin, termasuk juga nanti dari Manggala Agni yang sudah biasa melakukan itu. Mungkin siang ini sudah mulai aksi," ungkapnya.
Sementara itu berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat siang, kepulan asap dan titik api di beberapa gunungan sampah masih menyala. Pada sisi lain pemadaman terus dilakukan secara terpadu melalui jalur udara dan darat.
Dua helikopter water bombing milik BNPB kembali diterjunkan untuk menyiram titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat.
Selain pemadaman, alat berat jenis ekskavator dioperasikan untuk mengurai timbunan sampah yang telah dibasahi. Langkah ini bertujuan membuka akses menuju titik api yang berada di bagian dalam gunungan sampah, sekaligus mencegah bara api kembali menyala.
Kemudian untuk akses jalan dari kawasan TPA Jatiwaringin menuju Kecamatan Sukadiri saat ini mulai dibatasi, hanya diperbolehkan dilalui kendaraan operasional pemadam kebakaran, TNI, Polri, petugas medis, dan instansi terkait yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!