Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Kulit DIY Bidik Pasar Global Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi

27 Rabu, 10 Jun 2026, 17:20 WIB | Oleh:
Industri Kulit DIY Bidik Pasar Global Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi Industri Kulit DIY Bidik Pasar Global Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi Doc: Dok. Pemkot Yogyakarta

YOGYAKARTA - Pelaku industri kulit di Daerah Istimewa Yogyakarta didorong untuk memperkuat pemasaran digital dan membangun kolaborasi yang lebih luas guna meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional. Upaya tersebut mengemuka dalam kegiatan Temu Kemitraan dan Gelar Produk Kulit bertajuk “Gebyar Kulit Jogja: Menembus Batas, Merajut Kemitraan” yang berlangsung di Ndalem Kulit Jogja, Selasa (9/6).

Acara tersebut dihadiri Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati, serta Wakil Ketua ASITA Bidang Produk dan Pemasaran Fachri Herkusuma.

Sebanyak 52 perajin menampilkan beragam produk berbahan kulit sapi, mulai dari sandal, tas, sepatu, jaket hingga aksesori. Produk yang dipamerkan dipasarkan dengan rentang harga mulai Rp20.000 hingga jutaan rupiah.

Dalam sambutannya, GKR Bendara menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam pemasaran digital. Menurutnya, pemanfaatan media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk memperluas jangkauan pasar sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai produk kulit asli.

“Pengrajin harus melek digital dan promosi online. Saat ini media sosial menjadi sarana yang sangat efektif untuk memperkenalkan produk sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai kualitas dan proses pembuatan produk kulit asli,” ujarnya.

Ia menilai industri kulit DIY memiliki prospek yang menjanjikan, terutama di tengah tingginya nilai tukar dolar yang membuat produk lokal semakin kompetitif bagi wisatawan mancanegara. Wisatawan asal Malaysia, Singapura, Jepang, dan Tiongkok disebut menunjukkan minat yang cukup tinggi terhadap produk kerajinan berkualitas dari Yogyakarta.

“Ini momentum yang baik bagi para pelaku usaha kulit untuk memperluas pasar. Produk kulit Jogja memiliki kualitas yang tidak kalah unggul, tinggal bagaimana strategi pemasarannya diperkuat,” ujarnya.

GKR Bendara juga mengajak komunitas perajin untuk lebih aktif menghadirkan konten edukatif secara kolektif di media sosial guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk kulit lokal.

“Bayangkan jika 52 pelaku usaha secara rutin mengunggah konten edukasi bersama. Dampaknya akan sangat besar dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap produk kulit Jogja,” ungkapnya.

Selain penguatan promosi, ia mengingatkan pentingnya menjaga mutu produk dan pelayanan kepada konsumen. Keunggulan produk, menurutnya, perlu dibangun melalui desain yang menarik, personalisasi, serta kualitas pengerjaan yang baik, bukan hanya melalui persaingan harga.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengapresiasi kualitas produk yang ditampilkan para pelaku UMKM binaan Ndalem Kulit Jogja. Ia bahkan menyaksikan langsung proses pembuatan tempat kacamata dari kulit dan membeli sepatu kulit yang dipamerkan.

"Saya melihat langsung kualitas produknya sangat baik dan kompetitif. Bahkan saya membeli sepatu kulit asli dan langsung memakainya. Kualitasnya sudah sangat bagus dan mampu bersaing dengan produk dari luar,” katanya.

Wawan menilai industri kulit di Kota Yogyakarta memiliki peluang besar untuk terus berkembang apabila didukung ekosistem yang kuat dan kolaboratif.

“Kita ingin membangun ekosistem industri kulit yang melibatkan pemerintah, pengusaha, komunitas, dan pelaku usaha. Dengan kolaborasi yang kuat, industri kulit Yogyakarta dapat berkembang lebih maju dan mampu menembus pasar global,” ujarnya.

Salah satu perajin kulit, Bowo, menyambut positif penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antarpelaku industri menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk kulit lokal.

Ia menambahkan, produk handmade hasil karya perajin memiliki nilai seni dan keterampilan tinggi yang patut mendapatkan apresiasi lebih luas dari masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Megapolitan
Jakbar Tangkap 1,19 Ton Ika...

Dampak angin puting beliung di Lhokseumawe

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Dampak angin puting beliung...
Advertisement
Kabar Gembira, Harga Tiket Pesawat Natal-Tahun Baru Turun hingga 13 Persen

Kabar Gembira, Harga Tiket Pesawat Natal-Tahun Baru Turun hingga 13 Persen

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.