“Olivença', Kota Portugis yang Hilang
📅 Selasa, 24 Sep 2024, 06:16 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Terletak di Provinsi Badajoz, Spanyol, sekitar 60 kilometer dari perbatasan Portugis, Kota Olivenza telah menjadi titik pertikaian antara 2 negara tersebut selama berabad-abad, dan saat ini perebutan atas kota ini kembali mencuat.
M
enteri Pertahanan Portugal, Nuno Melo, baru-baru telah menghidupkan kembali pertikaian teritorial yang telah berlangsung lama. Ia mengklaim bahwa Kota Olivença (dalam bahasa Portugis) atau Olivenza (dalam bahasa Spanyol) yang berada di Spanyol adalah milik Portugal dan menegaskan bahwa negara tersebut tidak akan melepaskan klaimnya.
Kota sengketa ini terletak di Provinsi Badajoz, Spanyol, sekitar 60 kilometer dari perbatasan Portugis. Dengan luas mencapai 430,1 kilometer persegi, kota ini telah menjadi titik pertikaian antara kedua negara selama berabad-abad hingga saat ini.
Berbicara kepada wartawan pada Jumat (13/9) lalu, Menhan Melo mengatakan: "Olivenza tentu saja milik Portugis dan itu sama sekali bukan provokasi," ujar dia dikutip dari lamanaa.compada Sabtu (14/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Pernyataannya itu mengacu pada Perjanjian Alcanices tahun 1297 antara Kerajaan Castile dan Portugal. Berdasarkan perjanjian tersebut, Olivença diserahkan kepada Portugis. Bagi Melo, hal itu bukan masalah masa lalu yang perlu dilupakan namun tetap menjadi masalah hingga sekarang.
"Faktanya, berdasarkan perjanjian tersebut, Olivenza harus diserahkan kepada negara Portugis. Ini bukan masalah dahulu, tetapi masalah hari ini," tegas dia.
Perjanjian Alcanices, yang ditandatangani pada tahun 1297 antara Kerajaan Castile dan Portugal, menetapkan batas-batas baru dan memindahkan Kota Olivença ke Portugis. Akan tetapi, pada tahun 1801, kota itu direbut kembali oleh Spanyol dan tetap berada di bawah kendali Spanyol hingga saat ini, meskipun Portugal terus mengklaimnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pernyataan Melo tersebut menuai kritik dari kedua belah pihak yang bertikai di perbatasan. Manuel Joss Gonzalez Andrade, Wali Kota Olivenza, telah mendesak Melo untuk menghentikan pidato yang negatif dan menyebabkan perpecahan. Andrade pun menekankan bahwa penduduk Olivenza bangga dengan sejarah mereka dan puas dengan status mereka saat ini.
Sementara di Portugal, pemimpin oposisi Pedro Nuno Santos dari Partai Sosialis menuduh Melo melakukan retorika yang tidak bertanggung jawab dan memperingatkan bahwa pernyataan tersebut dapat berdampak serius pada hubungan luar negeri.
Dari sisi sejarah, Olivença merupakan sebuah kota tua yang terletak tidak jauh dari tepi Sungai Guadiana, perbatasan antara Portugal dan Spanyol. Jika sungai sebagai pembatas kedua negara secara geografis saat ini, maka kota tersebut berada di wilayah Spanyol. Meski berada di wilayah negara itu, kota ini kaya akan warisan Portugis yang masih dijunjung tinggi oleh banyak penduduk setempat.
Dengan banyaknya arsitektur bergaya Portugis, kota ini memang dulunya merupakan bagian dari negara itu. Olivença merupakan perpaduan budaya yang unik dengan jejak masa lalu Portugis yang terekam melalui jalan-jalan berbatu, tembok kuno, dan arsitektur Gotiknya.
Bagi masyarakat Portugal kota ini dijuluki dengancidada perdidaatau "kota yang hilang" dan keberadaan Olivença sebagai pengingat akan pertikaian teritorial yang telah berlangsung berabad-abad dalam sejarah Semenanjung Iberia yang pelik.
Dua Sejarah
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!