Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PVMBG: Waspada Peningkatan Aktivitas Gunung Slamet

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
PVMBG: Waspada Peningkatan Aktivitas Gunung Slamet Doc: ANTARA
Ket. Arsip foto - Puncak Gunung Slamet terlihat jelas dari arah Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (13/5/2017).

PURWOKERTO - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Priatin Hadi Wijaya mengungkapkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Slamet, Jawa Tengah, yang perlu diwaspadai bersama oleh pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah sekitarnya.

“Gunung Slamet ini meliputi lima kabupaten (Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes), sehingga hasil pemantauan kami perlu dikenalkan kepada para pemangku kepentingan agar ada kesiapsiagaan bersama,” kata Kepala PVMBG Priatin di sela kegiatan “Sosialisasi Mitigasi Bencana Geologi di Wilayah Gunung Api Slamet” yang digelar di Purwokerto, Kamis (23/4).

Ia mengatakan sosialisasi tersebut menjadi langkah penting untuk menyampaikan perkembangan terkini aktivitas gunung api kepada pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tokoh masyarakat agar respons yang dilakukan lebih terarah.

Menurut dia, terdapat dua indikator utama yang menunjukkan peningkatan aktivitas Gunung Slamet yakni kenaikan suhu kawah dan aktivitas kegempaan vulkanik.

Berdasarkan hasil citra termal tim PVMBG, kata dia, suhu kawah Gunung Slamet mengalami peningkatan signifikan. Sebelum Maret 2026 suhu berada di kisaran 280 derajat Celcius, kemudian meningkat menjadi 418 derajat Celcius, dan terbaru mencapai sekitar 460 derajat Celcius.

Selain itu data kegempaan menunjukkan adanya peningkatan gempa berfrekuensi rendah (low frequency) yang mengindikasikan pergerakan magma dari bagian dalam menuju ke kedalaman yang lebih dangkal.

“Kondisi ini menunjukkan adanya dinamika di dalam tubuh gunung api, sehingga perlu kewaspadaan bersama,” katanya menjelaskan.

Dalam melakukan pemantauan, lanjutnya, PVMBG mengombinasikan metode visual dan instrumental, seperti kamera pemantau (CCTV), seismograf, tiltmeter, dan Electronic Distance Measurement (EDM) untuk memantau deformasi tubuh gunung.

Jika peningkatan aktivitas terus berlanjut dan direkomendasikan oleh tim ahli, PVMBG dapat melakukan evaluasi terhadap status Gunung Slamet yang saat ini berada pada Level II atau Waspada.

“Jika memungkinkan terjadi kenaikan aktivitas dan direkomendasikan oleh tim ahli kami, maka evaluasi hingga peningkatan status harus segera dilakukan,” kata Priatin.

Sementara itu Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah (Jateng) Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan sosialisasi tersebut menjadi dasar penting bagi daerah dalam memperkuat mitigasi bencana.

Ia juga menekankan pentingnya peran desa tangguh bencana sebagai garda terdepan dalam menghadapi potensi erupsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Olahraga
Gol-Gol Menegangkan! Barcel...
Megapolitan
Jakarta Berawan Kamis Pagi,...
Olahraga
Tijjani Reijnders Gabung Kl...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.