Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Calonkan Posisi Anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO

📅 Senin, 27 Apr 2026, 19:45 WIB | Oleh:
Indonesia Calonkan Posisi Anggota Komite Warisan Budaya Takbenda UNESCO Doc: Dokumentasi Kementerian Kebudayaan
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon (tengah)

PARIS - Indonesia mengajukan posisi sebagai calon anggota UNESCO pada Komite Pelestarian Warisan Budaya Takbenda untuk periode 2026–2030. Demikian disampaikan oleh Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, dalam Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-224.

"Saya secara resmi menyampaikan pencalonan Indonesia sebagai komite pelestarian warisan budaya takbenda untuk periode 2026–2030," ucap dia dalam keterangan pers yang diterima Senin (27/4).

Ia menilai bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya penguatan diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

Ia menegaskan, Indonesia berkomitmen untuk memperkuat pelindungan warisan budaya takbenda berbasis komunitas. Dan mendorong kerja sama yang setara, serta memperluas akses dukungan internasional bagi negara berkembang.

Lebih lanjut, sebagai bagian dari diplomasi budaya, Indonesia turut menampilkan Tari Pendet dan Gamelan dalam forum tersebut. Tari Pendet, kata dia, merupakan bagian dari tiga genre tari tradisional Bali yang diinskripsi UNESCO pada 2015.

Sementara gamelan, diinskripsi sebagai warisan budaya takbenda dunia pada 2021. Penampilan kedua warisan budaya tersebut menjadi upaya Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan tradisi nusantara.

"Indonesia juga mengusulkan pembentukan Asia-Pacific Center for Community-Based Safeguarding of Intangible Cultural Heritage sebagai pusat kategori dua UNESCO. Usulan ini bertujuan memperkuat kapasitas kawasan Asia-Pasifik dalam pelestarian budaya, pertukaran pengetahuan, serta kerja sama antarnegara," ujar dia.

Pemerintah menilai pencalonan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kebijakan kebudayaan global. Sekaligus menggalang dukungan dari negara-negara anggota UNESCO.

Sebelumnya, Direktur Jenderal UNESCO periode 2025-2029, Khaled El Anany menyampaikan komitmen untuk memperkuat peran UNESCO sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan. Penguatan berkelanjutan tersebut dilakukannya melalui sektor kebudayaan, pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Ia menekankan pentingnya perlindungan warisan budaya, penguatan kapasitas otoritas nasional serta pemberdayaan seniman dan komunitas lokal.

"Salah satunya pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) secara etis untuk pelestarian budaya," ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Peluang Melemah Terbuka, 22...
Megapolitan
BPBD Tangerang Antisipasi D...

Menanam bambu untuk menjaga mata air

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Menanam bambu untuk menjaga...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.