“Olivença', Kota Portugis yang Hilang
📅 Selasa, 24 Sep 2024, 06:16 WIB | Oleh: Haryo BronoDulunya Olivença merupakan bagian dari Alentejo, Portugal. Setelah berabad-abad terjadi pertikaian antara pasukan Portugis dan Castile, Perjanjian Alcanices pada tahun 1297 secara resmi mengakui Olivença sebagai milik Portugis.
Selama hampir 500 tahun, Olivença berkembang pesat di bawah kekuasaan Portugis dengan mengembangkan budaya, bahasa, dan identitas arsitekturnya sendiri. Salah satu bukti kehadiran Portugis sejak lama adalah Paulo da Gama (1465-1499), kakak laki-laki penjelajah Portugis Vasco da Gama, yang lahir di sana.
Namun, angin perubahan datang bersamaan dengan Perang Napoleon di awal abad ke-19. Pada tahun 1801, selama Perang Orange, Spanyol, yang didukung oleh Prancis, merebut Olivença. Meskipun Portugal telah lama menggunakan Perjanjian Alcanices serta Kongres Wina pada tahun 1815 untuk mengklaim pengembaliannya, Spanyol terus menguasai Olivença, yang saat ini juga mencakup Kotamadya Táliga.
Meskipun sengketa wilayah belum terselesaikan, persahabatan antara kedua negara tetap terjalin hingga pengaruh Portugis dan Spanyol dapat ditemukan di seluruh kota. Dalam beberapa tahun terakhir, jembatan menuju Olivença bahkan telah dipugar setelah diledakkan oleh Spanyol pada abad ke-19.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penduduk di sana yang menelusuri garis keturunan mereka, kembali ke Portugal telah diberikan kewarganegaraan Portugis. Kota ini tetap menjadi kota Spanyol hingga saat ini dengan identitasnya yang kompleks yang mencerminkan sejarah yang bertingkat ini.
Salah satu aspek yang paling mencolok dari Olivença adalah warisan arsitektur Portugisnya yang masih dapat dikagumi di seluruh kota. Berjalan melalui jalan-jalannya, pengunjung akan melihat jendela bergaya Manueline, yang merupakan ciri khas perpaduan Gotik-Renaisans Portugis, terutama di Igreja de Santa Maria Madalena, gereja abad ke-16 yang merupakan bukti pengaruh Portugis terhadap kota tersebut.
Sisa-sisa kastil abad pertengahan yang menjulang tinggi yang dibangun oleh Portugis pada abad ke-14 pu turut mendominasi lanskap, menawarkan pemandangan pedesaan di sekitarnya yang indah. Benteng tersebut tadinya berfungsi sebagai pos pertahanan penting selama berabad-abad peperangan antara Portugal dan Spanyol.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun perbatasannya bergeser, kastil tersebut masih menjadi saksi asal-usul Portugisnya, dengan prasasti dan simbol yang mengikatnya dengan kuat ke masa lalunya. Bahasa di Olivença berlaku juga bahasa Portugis meskipun bahasa Spanyol adalah bahasa yang dominan saat ini.
Akar bahasa Portugis di Olivença mengakar kuat di hati banyak penduduk setempat. Generasi yang lebih tua masih berbicara bahasa Portugis, terutama di daerah pedesaan di sekitar kota. Tanda-tanda dalam dua bahasa dapat dilihat dari nama jalan. Bahkan cara orang bercakap-cakap memberikan petunjuk nyata tentang warisan kota yang kompleks ini.
Meski saat ini menjadi bagian dari negara Spanyol dengan nama Olivenza, tapi Olivença tetap menjadi titik pertikaian antara Portugal dan Spanyol, meskipun sengketanya berlangsung dalam damai. Portugal yang mengacu dari peta Portugis, sering menunjukkan Olivença sebagai bagian dari wilayahnya.
Namun, Uni Eropa telah meredakan sebagian besar ketegangan. Kedua negara sekarang berbagi perbatasan terbuka yang memungkinkan warga negara dan wisatawan untuk bergerak bebas di antara kedua negara. Keterbukaan ini membuat Olivença terhubung kembali dengan Portugal. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!