Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengoleskan Pewarna Makanan Memungkinkan Peneliti Melihat Bagian dalam Tikus

📅 Senin, 09 Sep 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Mengoleskan Pewarna Makanan Memungkinkan Peneliti Melihat Bagian dalam Tikus Doc: ANTARA/Xinhua/HO-Peneliti dari Rumah Sakit Renji
Ket. Ilustrasi. Tikus yang berasal dari satu oosit tunggal yang tidak dibuahi tumbuh menjadi tikus berusia 4,5 bulan dan melahirkan keturunan.

STANFORD - Sebuah hasil penelitian di jurnal Science, pada hari Kamis (5/9) menyebutkan, mengoleskan pewarna makanan yang menyerap cahaya ke kulit tikus dapat membuat kulitnya transparan, yang memungkinkan peneliti melihat ke dalam pembuluh darah di kulit kepala, pergerakan organ di bawah kulit perut, dan kerja otot.

"Proses yang tidak berbahaya ini, yang dapat dikembalikan seperti semula dengan pencucian cepat, pada akhirnya dapat berguna dalam berbagai diagnostik medis," kata para peneliti dalam sebuah pernyataan.

"Menyuntikkan pewarna tartrazina dan umumnya dikenal sebagai FD&C (Federal Food, Drug, and Cosmetic) Yellow 5, dapat menghasilkan pandangan yang lebih dalam ke dalam tubuh," kata mereka berspekulasi.

Dikutip dariThe Straits Times, umumnya isi tubuh tidaklah tak terlihat karena cahaya membelok dan menyebar secara berbeda saat melewati masing-masing jaringan dan cairan yang berbeda.

Bila dilarutkan dalam air, molekul tartrazina terstruktur sedemikian rupa sehingga selaras dengan kemampuan kulit dalam membelokkan cahaya atau indeks biasnya. Pewarna tersebut menyerap cahaya biru/ungu dan membiarkan cahaya merah/oranye bergerak melalui jaringan, sehingga menghasilkan transparansi.

"Ke depannya, teknologi ini dapat membuat pembuluh vena lebih terlihat saat pengambilan darah, membuat penghapusan tato dengan laser lebih mudah, atau membantu deteksi dini dan pengobatan kanker," kata Hong Guosong, peneliti dari Universitas Stanford, yang membantu memimpin penelitian tersebut.

"Misalnya, terapi tertentu menggunakan laser untuk menghilangkan sel kanker dan prakanker, tetapi terbatas pada area di dekat permukaan kulit. Teknik ini mungkin dapat meningkatkan penetrasi cahaya tersebut."

Sebuah komentar yang diterbitkan bersama makalah tersebut mencatat Herbert George Wells meramalkan pendekatan ini sejak lama dalam novelnya The Invisible Man.

"Tokoh protagonis menciptakan serum yang membuat sel-sel dalam tubuhnya transparan dengan mengendalikan indeks biasnya secara tepat agar sesuai dengan medium di sekitarnya, udara," tulis Christopher Rowlands dan Jon Gorecki dari Imperial College London.

Kini, 127 tahun kemudian, tim Stanford melaporkan pewarna biokompatibel membuat jaringan hidup menjadi transparan dengan menyesuaikan indeks bias media di sekitarnya agar sesuai dengan sel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Perkuat Mobilitas Masyaraka...

Logo 5 Abad Dirilis, Jakarta Siap Jadi Kota Global

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Logo 5 Abad Dirilis, Jakart...
Megapolitan
Jakarta Tambah Usia Harus M...

Menuju Lima Abad Pemprov Minta Bantuan Warga Jaga Jakarta

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Menuju Lima Abad Pemprov Mi...
Luar Negeri
Serangan Udara AS Menghanta...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Balap Kapal dan Lomba Mancing untuk Meriahkan HUT Polri di Kepulauan Seribu

Balap Kapal dan Lomba Mancing untuk Meriahkan HUT Polri di Kepulauan Seribu

27 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.