RSUD Wonosari Siapkan Strategi Baru Tingkatkan Kualitas Layanan pada Semester II 2026.
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh: Yebdi TrismarRSUD Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan pada semester II 2026.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih di Gunungkidul, Selasa, mengatakan RSUD Wonosari telah naik kelas dari rumah sakit tipe C menjadi tipe B, sehingga peningkatan pelayanan teknis maupun etika petugas juga harus mengikuti.
"Jadi, yang naik bukan hanya fasilitas, tetapi juga pelayanan sumber daya manusianya," katanya.
Menurut dia, kecerdasan spiritual dan kedisiplinan seluruh pegawai, mulai dari kepatuhan mengenakan seragam hingga ketulusan dalam melayani pasien, penting diperhatikan.
Terlebih masih ditemukan beberapa keluhan masyarakat mengenai komunikasi petugas yang perlu menjadi perhatian serius manajemen rumah sakit.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dukungan dari semua unsur komite, manajemen, dan tenaga kesehatan penting untuk diperkuat guna menciptakan lingkungan rumah sakit yang sehat," ujarnya.
Ia mengatakan RSUD Wonosari telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk dilakukan pada semester II 2026, seperti pengembangan layanan dengan menyiapkan Klinik Umum IGD untuk menangani kasus non-kegawatdaruratan, layanan continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) atau cuci darah mandiri, serta layanan K-grab.
Direktur RSUD Wonosari dr Diah Prasetyorini melaporkan jumlah kunjungan pasien mengalami fluktuasi selama periode Januari hingga Juni 2026, dengan kunjungan tertinggi pada April dan mengalami penurunan pada Mei dan Juni.
"Penurunan kunjungan terjadi di sejumlah layanan, yakni rawat jalan sebesar 18,4 persen, rawat inap 23,4 persen, dan instalasi gawat darurat (IGD) 17,6 persen," katanya.
Dari sisi keuangan, RSUD Wonosari mencatat pendapatan Rp77,36 miliar hingga triwulan II 2026 atau sekitar 66,38 persen dari target tahunan. Realisasi belanja telah mencapai 52,86 persen.
"Beberapa layanan yang tinggi pasien antara lain penyakit dalam, saraf, jantung, dan hemodialisis," ujarnya.
Ia menyebut sejumlah upaya strategis akan dilakukan pada semester II 2026 dan beberapa waktu ke depan, seperti rekrutmen dokter spesialis, di antaranya dokter spesialis jantung dan urologi.
Selain itu, rumah sakit menyiapkan kerja sama dengan residen dari institusi pendidikan untuk memperkuat layanan medis.
"Manajemen menyiapkan pengadaan sejumlah alat kesehatan, seperti ventilator dan bed unit bedah mulut, serta memperbaiki sistem kelistrikan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!